Hal ini disampaikan oleh Muhammad Fadhil (42) abang ipar korban saat diwawancarai wartawan di rumah duka yang berada di Jalan Danau Lau Tawar, Gang Duyung, Lingkungan IV Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara.
"Kami berharap agar pelaku dihukum dengan seberat-beratnya. Adik kami telah meregang nyawa, kami berharap dia (pelaku) dihukum begitu," ujar Fadhil, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga:
Lanjut Fadhil, peristiwa pembunuhan ini berawal dari cekcok yang terjadi di halaman teras rumah mertua Astri.
Pada saat itu Astri hendak menjemput dan mengantar anaknya sekolah. Namun, tiba-tiba terjadi keributan antara Astri dan Serma TDA.
Singkatnya Astri pun tewas usai ditusuk suaminya Serma TDA dengan sangkur.
Pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa ke RSUD Djoelham Binjai.
"Korban membunuh kakak ipar saya ini menggunakan sangkur dan korban mengalami luka sayat dibagian tangan, lika bacok di bagian kepala dua, hulu hati satu tusukan perut dua tusukan dan pinggang dua tusukan. Ini infonya pelaku sudah ditangkap di Bandara Kualanamu," ujar Fadhil.
Diberitakan sebelumnya, nasib naas dialami Astri Gustina Ayu Yolanda. Wanita ini tewas dibunuh suaminya sendiri yang merupakan oknum TNI berinisial Serma TDA.
Astri tewas di rumah mertuanya yang berada di Jalan Pasar Besar Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Rabu (23/7/2025) pagi.
Motif pembunuhan ini diduga pelaku kecanduan judi online (judol) hingga sering main tangan (memukuli), serta tidak lagi memberikan nafkah kepada korban.
Tags
beritaTerkait
komentar