Senin, 16 Februari 2026

Orang Tua Siswi yang Diduga Korban Pelecehan Pejabat Binjai Ngaku Tidak Terima

Administrator - Kamis, 07 Agustus 2025 16:25 WIB
Orang Tua Siswi yang Diduga Korban Pelecehan Pejabat Binjai Ngaku Tidak Terima
Oji
Rahmad Ilham Rawi, orangtua siswi RF.

POSMETRO MEDAN,Binjai -- Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang pelajar di Binjai inisial RF (16) warga Kampung Binjai, Kecamatan Binjai Kota oleh pejabat Binjai kembali mencuat setelah orang tua RF, Rahmad Ilham Rawi menghubungi wartawan, Kamis (7/8/2025) siang

Menurut Rahmad Ilham Rawi, ia masih belum terima atas perlakuan pejabat tersebut kepada anaknya RF. "Tadi anak saya RF di tanyai petugas PPA Polres Binjai karena berita naik lagi di seputar Binjai," ujar Rahmad Ilham Rawi di Icut Coffe Kartini Binjai .

"Akibat naik lagi di seputar Binjai anak saya tadi ditanyai di Unit PPA Binjai," jelas Rahmad Ilham Rawi

"Kalo soal buat laporan polisi, ini masih kami pertimbangkan tapi yang jelas saya belum terima atas dugaan perlakuan Amr," tegas Rahmad Ilham Rawi seraya ngaku Amr telah minta maaf .

Sementara inisial RF mengaku kala itu dalam ruangan ada 4 orang. "Teman saya pegangan tangan dengan staf pejabat Amr. Pembahasan Amr dengan saya waktu itu entah kemana-mana. Ya, dia meraba paha saya," ujar RF

"Kejadiannya antara Januari atau Februari 2025, saya agak lupa," jelasnya.

Ketika ditanya setelah kejadian, ia mengaku pergi meninggalkan ruangan dan tidak ada CCTV di situ.

Kemudian berdasarkan berita yang kami kutip dari media online Orbitdigitaldaily pada Senin (3/2/2025) yang berjudul Kabid Aset dan Staf BPKAD Binjai Dituding Lakukan Pelecehan kepada Siswi SMKN Saat PKL.

KepalaBidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai berinisial AMR diduga melakukan pelecehan kepada dua orang siswi SMK Negri 1 Kota Binjai saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor tersebut.

Informasi berhasil dihimpun menyebutkan, kedua siswi SMK Negri yang merasa dilecehkan itu telah melapor ke Guru Pembimbing dan guru Counseling SMK Negeri 1 Binjai beberapa hari yang lalu didampingi masing-masing orang tua.

Guru Pembimbing SMK Negri 1 Binjai Fajar didamping Guru Pembimbing Counseling SMK Negeri 1 Binjai Ibu Regar saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kedua siswinya telah melapor terkait dugaan adanya pelecehan saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kantor BPKAD.

Kedua Guru Pembimbing itu menyebutkan, jenis pelecehan yang diduga dilakukan Kabid Aset beserta stafnya berdasarkan laporan dari kedua siswinya, yakni memegang tangan dan menjanjikan nilai yang bagus atas PKL dan banyak lagi yang tidak pantas kita sebutkan.

Saat ini, pihak sekolah akan mendalami kasus itu dengan memanggil kembali kedua siswi yang saat ini PKL di BPKAD.

"Kami juga akan melaporkan kepada Bapak Kepala Sekolah untuk dimintai tindak lanjut atas kasus pelecehan ini yang menimpa kedua siswinya saat PKL di Kantor BPKAD Pemko Binjai," ujar Fajar.

Akibat pelecahan tersebut, kata Fajar, kedua siswi tersebut dipanggil dan dibawa pulang untuk menyelamatkan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya PKL-nya dipindahkan ke Kantor Pos Kota Binjai.

Kabid Aset BPKAD Pemko Binjai berinisial AMR didampingi stafnya saat dikonfirmasi Kamis (30/1/2025) membenarkan dan mengakui bahwa kedua Siswi SMK Negeri 1 Kota Binjai itu magang di BPKAD.

"Ya benar, mereka belajar dan berlatih bekerja (magang) di kantor ini (BPKAD Kota Binjai–red), namun saya tidak pernah bertindak senonoh kepada mereka berdua," ujar Amr.

"Saya terkejut mendengarnya, terus terang saya tidak pernah melakukan kontak fisik dengan mereka, apalagi pelecehan," ungkap AMR.

Ketika ditanya mengapa salah seorang siswi menangis, memberontak dan mengamuk ketika mendapat perlakuan tidak senonoh dari pihaknya, Kabid Aset tersebut juga membantah dan mengatakan, "Sepengetahuan saya tidak pernah ada recok (ribut) di kantor saya ini," pungkasnya

(Oji)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru