POSMETRO MEDAN,Medan- Warga yang tinggal di Jalan Pukat II, Lingkungan XIII, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, digemparkan dengan tewasnya seorang wanita.
Korban ditemukan berlumuran darahdi lantai tiga setelah di tubuhnya ditemukan sejumlah bekas tikaman.
Informasi yang diperoleh wartawan, korban diketahui bernama Zin Lina Kwan (43). Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Colombia Asia Aksara, Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (23/8/2025) malam.
Baca Juga:
Diduga setelah ditangani dokter dan pihak keluarga meyakini korban telah dibunuh karena luka korban dinilai tidak wajar kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Medan Tembung, Minggu (24/8/2025) dini hari.
Zin Lina Kwan adalah seorg pelatih Zumba yang tinggal di Jalan Pukat Medan dan cukup dikenal baik. Dari beberapa informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai pesan WA yang beredar, pelaku adalah teman dekat korban.
Baca Juga:
Tak berselang lama, seorang pria berinisial C diringkus polisi diduga sebagai pelaku yang menganiaya pacarnya hingga meninggal dunia di Jalan Pukat II, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Tembung, Kota Medan.
Kepala Lingkungan XIII, Ahmad Tohir Nasution, mengaku mendapatkan kabar itu pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 01.30 WIB. Mulanya, personel polisi mendatangi kediaman Tohir yang tak jauh dari kediaman C.
"Polisi ini bilang ada wanita yang meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia dengan luka tusuk," kata Tohir, saat diwawancarai di lokasi.
"Ada dua luka tusuk di lengan kiri dan sekitar enam tusukan di dada. Si C bilang memang sempat berantam sama korban, lalu korban mengamuk dan melukai diri sendiri. Di situlah polisi curiga dan mau cek TKP," tambahnya.
Ia pun diajak untuk mengecek kediaman C. Tohir menyaksikan tim Inafis Polrestabes Medan turut serta ke kamar C yang berada di lantai tiga.
"Anehnya, kamar itu seperti sudah dibersihkan. Untungnya, tim Inafis ini mendapatkan sisa darah di gorden, sudut lantai, dan handuk. Anehnya, seprai tidak ada," ungkap Tohir.
Tohir turut mengamati rumah C dan ditemukan sejumlah CCTV. Namun, C menyampaikan bahwa CCTV itu sudah tidak aktif. Setelah itu, C dibawa polisi. B
"Pagi tadi saya ditelepon lagi untuk jadi saksi pengambilan barang bukti. Dapatlah di lantai empat ada seprai berlumuran darah dan botol alkohol berbahan kaca," ungkap Tohir.
Tohir menyebutkan, dari ponsel C didapati video korban disiksa menggunakan sejumlah alat, termasuk botol kaca tersebut.
Terkait hal itu, wartawan telah berupaya mengonfirmasi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Nugroho, tetapi belum ditanggapi.(kpc/mp)
Tags
beritaTerkait
komentar