Ratusan Pelajar di Karo Keracunan Program MBG, HARI Desak Kepala Regional BGN Sumut Dicopot
POSMETRO MEDAN Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T., menyayangkan terjadinya insiden keracunan
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - Sopir rantis Brimob yang melindas drive ojol Affan Kurniwan mengungkap hanya terpikir menyelamatkan orang yang berada di kendaraannya. Begini pengakuannya.
Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota yang berada di kendaraan taktis (rantis) Brimob saat melindas pengemudi ojol Affan Kurniawan. Pemeriksaan itu pun ditayangkan secara langsung di akun Instagram @divpropampolri. Pada pemeriksaan itu, terungkap rantis itu dikemudikan Bripka R. Di samping Bripka R duduk anggota lainnya, sementara lima lainnya duduk di belakang.
Dalam siaran langsung itu, diketahui Bripka R mengungkap alasannya terus menerobos jalan sekalipun melindas Affan. Menurutnya saat kejadian, kondisi jalan sangat penuh dengan massa.
"Itu mobil kalau saya berhentikan habis, Pak karena mereka sudah nyerang pakai batu, pakai bom molotov, nah saya sebagai sebagai driver, saya harus mampu menyelamatkan orang dalam kendaraan saya. Kalau saya berhenti habis pokoknya," terang Bripka R saat pemeriksaan.
Dia mengungkap saat itu tak bisa melihat posisi orang dengan jelas, sebab tak memperhatikan kondisi kanan dan kiri. Ditambah lagi, Bripka R mengatakan kaca rantis tersebut gelap sehingga membuat pandangannya jadi terbatas.
"Saat itu jalanan sudah banyak batu Pak, jadi saya tidak mengerti apa itu terus pecahan apa itu, jadi saya hantam saja karena kalau nggak saya terobos itu selesai Pak, udah, massa penuh," ungkapnya.
"Mobil saya tinggi, kaca saya pakai ram Pak. Mobil saya pakai ram gelap nah di saat itu asap kan penuh saya pakai lampu tembak saya fokus ke depan pak," lanjut Bripka R.
Sementara, praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana mengomentari terkait berkendara rantis yang tidak bisa sembarangan. Apalagi, rantis itu punya spesifikasi khusus terlebih bobotnya juga berat.
Perlu diketahui, rantis yang menabrak dan melindas driver ojol itu diduga adalah rantis Rimueng. Rantis itu mengusung mesin 3.200 cc. Mengandalkan mesin besar, rantis tersebut tentu punya performa yang mumpuni. Di jalan perkotaan, mobil ini diklaim bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Rantis ini juga dapat bergerak di medan ekstrem. Tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat dapat ditaklukkan. Di medan ekstrem, rantis ini bisa melaju hingga 60 km/jam.
"Dengan spek tersebut, SOP escape dikemudikan harus dengan penuh perhitungan. Tidak main gaspol, toh full spec taktis dan blindspot-nya besar. Yang dihadapi juga harus dilihat, kan bukan musuh cuma rakyat. Kasarnya: senjata mereka cuma kayu, besi, helm yang boro-boro mematikan, ngerusak kendaraan rantis juga nggak," sebut Sony.
(wan/dtc/bbs)
POSMETRO MEDAN Ketua Harian Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM. Nezar Djoeli, S.T., menyayangkan terjadinya insiden keracunan
Sumut satu jam lalu
Wesly Silalahi SH MKn dan Forkopimda Saksikan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di DPRD.
Sumut 3 jam lalu
Satres Narkoba Polres Labusel Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu di Tanjung Medan, 4,12 Gram Diamankan.
Peristiwa 4 jam lalu
Geger di Papua! Kapal Super Mewah Haji Isam Ditempel Logo Kemenhan, Ada Backingan Khusus?
Viral 4 jam lalu
Wali Kota Wesly Ajak KNPI Terus Berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar
Sumut 4 jam lalu
Polres Karo Kawal Pawai Anak Sambut HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 4 jam lalu
Musim Kemarau, Polres Ngada Distribusikan Air Bersih untuk Warga.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Semarak Kemerdekaan di Samosir, Mobil Hias OPD dan Instansi Lainnya Tampil Penuh Kreativitas.
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan eksistensi dan kep
Medan 5 jam lalu
&039Gonggongan&039 Bertuan Publik Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN
Editorial 5 jam lalu