Pelayanan Diperkuat, Investasi Melonjak,Medan Kian Aman dan Nyaman
PD BKMT Kota Medan Tasyakuran Satu Tahun Kepemimpinan Rico WaasZakiyuddin Harahap.
Medan 20 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai tuduhan aksi demo di berbagai daerah di Indonesia sejak kemarin sampai hari ini (29/8) ditunggangi pihak tertentu tidak benar.
Menurut Bhima, aksi demonstrasi ini murni karena kemarahan masyarakat yang dipicu oleh kegagalan pemerintah membuat kondisi ekonomi lebih baik.
"Murni kemarahan publik, pemerintah gagal dalam kebijakan ekonomi. Tidak bisa menjawab soal masalah lapangan kerja, ketimpangan dibiarkan," ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com.
Bhima menegaskan kondisi ekonomi berisiko makin memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspon serius oleh pemerintah. Bahkan menurutnya, para pejabat negara terkesan denial terhadap berbagai tuntutan masyarakat, termasuk soal reformasi perpajakan dan evaluasi efisiensi anggaran.
"Ibarat puncak gunung es, investor justru membaca kemarahan publik sebagai masalah fundamental ekonomi Indonesia yang belum diselesaikan, sehingga timbul distrust, bukan dari aksi demonya tapi dari kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah," jelasnya.
Bhima memandang kemarahan masyarakat ini diklaim tidak sejalan dengan data perekonomian 'kinclong' yang diumumkan pemerintah, yakni tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025. Padahal, ia menilai sangat sulit perekonomian tumbuh di atas 5 persen di tengah kondisi di lapangan seperti saat ini.
"Rebound ekonomi global bisa terlewatkan momentumnya jika daya beli domestik yang rendah bertemu dengan kemarahan publik. Relokasi pabrik dari luar negeri ke Indonesia untuk hindari kenaikan tarif AS berisiko terlewatkan. Hampir sulit tumbuh di atas 5 persen," pungkasnya.
Sejumlah aksi demonstrasi terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Kamis (28/8) kemarin dengan membawa berbagai tuntutan. Dalam aksi tersebut, seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan, tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Affan bukan peserta demo, ia sedang mengantarkan makanan saat demo berlangsung. Kematian Affan semakin memicu kemarahan rakyat.
Hari ini, demonstrasi masih berlangsung di beberapa titik di Jakarta, seperti Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat.
PD BKMT Kota Medan Tasyakuran Satu Tahun Kepemimpinan Rico WaasZakiyuddin Harahap.
Medan 20 menit lalu
Pria berusia 34 tahun itu resmi melaporkan istrinya, RFL, atas dugaan kekerasan fisik setelah mengalami luka gigitan di tangan kanan.
Sumut 36 menit lalu
Harga emas Antam di pasaran kini melambung Rp68 ribu per gram.
Bisnis 2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menerima pujian alias umbang langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam satu pertemuan.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Cuaca kota Medan, 3 kecamatan diantaranya diprakirakan cerah. Sisanya bakal diguyur hujan ringan.
Medan 3 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Ramai kabar di kalangan masyarakat, dua orang diduga pengedar narkotika jenis sabu inisial IC dan D ditangkap p
Kriminal 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Suriono, menegaskan bahwa penertiban juru parkir yang rutin dilakukan bertuju
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medajn Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi menegaskan percepatan akselerasi tat
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Tanjung Morawa Kepala Balai pelestarian kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara ( BPKWIL2) Kemenbud Republik Indonesia (RI) So
Sumut 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati (Wabup), Lom Lom Suwondo SS, meresmikan K
Sumut 14 jam lalu