Walikota Rico Waas Buka Sosialisasi PKH Medan Makmur dan Digitalisasi Bantuan Sosial
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas buka sosialisasi Program Keluarga Harapan ( PKH) Medan Makmur dan Digitalisasi bantuan sosia
Medan 2 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Serdang Bedagai - Penemuan kerangka manusia dalam pohon aren di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) masih misterius.
Sejauh ini, identitas tulang belulang manusia itu belum terungkap. Selain itu, petugas kepolisian juga belum bisa memastikan apakah kerangka manusia itu menjadi korban pembunuhan atau tidak. Pasalnya, petugas kepolisian masih menyelidikinya.
Baca Juga:
Kerangka manusia itu berada di Dusun I Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Selasa (9/9/2025). Ps Kasi Humas Polres Sergai Iptu LB Manullang menyebut tulang belulang itu awalnya ditemukan oleh dua pemuda yang hendak mengambil sawit.
Baca Juga:
Saat itu, keduanya melihat tulang belulang manusia tersebut berada di dalam pohon aren yang tumbang.
Sampel DNA Kerangka Manusia dalam Pohon di Sergai Dikirim ke Puslabfor. Berdasarkan pengakuan salah seorang pemuda tersebut bahwa pohon itu sudah mati sekitar empat tahun lalu. Namun, pohon itu baru tumbang akibat angin kencang yang terjadi kurang lebih seminggu yang lalu dan tampak retak.
"Dari retakan itu, mereka terkejut terlihat ada tulang yang mencurigakan. Kemudian dibongkar barulah tampak tulang tersebut adalah bagian kerangka manusia. Belum bisa dipastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus ini," kata Manullang, Rabu (10/9).
Di dalam pohon itu, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban, diantaranya celana panjang warna hitam, baju biru bertuliskan 'just run', satu handphone merek Nokia dan gelang aluminium silver.
Kasat Reskrim Polres Sergai Iptu Binrod Situngkir mengatakan ada sekitar delapan saksi yang telah diperiksa polisi. Binrod menjelaskan bahwa saksi yang diperiksa itu di antaranya satu keluarga yang mengaku kehilangan anaknya sekitar dua tahun lalu.
"Kita juga mengumpulkan bahan keterangan dari orang-orang sekitar lokasi penemuan kerangka manusia itu. Saksi sudah delapan (diperiksa)," jelasnya, Sabtu (13/9).
Perwira pertama Polri itu menjelaskan bahwa proses autopsi kerangka masih dilakukan. Hasil autopsi itu diperkirakan akan keluar dalam kurun waktu 1-2 minggu.
Selain itu, polisi juga bakal mengirimkan sampel DNA kerangka manusia itu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Jakarta. Pemeriksaan DNA itu membutuhkan waktu cukup lama.
"Yang lama tes DNA-nya, nanti DNA-nya dibawa ke Jakarta ke Puslabfor Polri," jelasnya.
Binrod mengatakan sampel DNA itu nantinya akan dicocokkan dengan DNA warga yang mengaku kehilangan anaknya.
"Ada warga yang ngaku itu keluarganya. Jadi, kita ambil sampel pembandinglah yang ngaku tadi untuk dilakukan pemeriksaan DNA, apakah kerangka manusia itu identik dengan warga yang mengaku keluarganya," sebutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sosok kerangka manusia ditemukan di dalam pohon aren yang sudah mati di Dusun I, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) Senin (9/9/2025), diduga adalah Muhammad Yuda Prawira (23).
Yuda diberitakan hilang dua tahun lalu.Kapolsek Firdaus, AKP Ahmad Albar mengatakan, menurut keterangan Amrita Hamid, warga sekitar yang mengaku anaknya hilang, setelah sempat berpamitan.
Sekitar Agustus tahun 2023 lalu, Yuda pamit mau merantau. Namun setelah pamit, Yuda hilang kontak hingga saat ini.Keluarga mencurigai tulang belulang manusia yang ditemukan di dalam pohon aren merupakan Yuda.
Sebab, pakaian yang ditemukan bersama tengkorak identik dengan pakaian Yuda."Alasannya merantau. Begitu berangkat gak ada kabar. Yang mirip itu celana panjang pernah dipakai keluarganya juga,"kata Kapolsek Firdaus, AKP Ahmad Albar, Kamis (11/9/2025).
Terkait tengkorak merupakan Yuda, Polisi belum bisa memastikan lantaran masih perlu diperiksa DNA nya. Hal ini dilakukan karena tidak ada yang bisa diperiksa selain dari DNA, karena hanya sisa tulang."Karena tinggal kerangka saja. Belum bisa disimpulkan pembunuhan atau tidak," kata dia. (dts)
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas buka sosialisasi Program Keluarga Harapan ( PKH) Medan Makmur dan Digitalisasi bantuan sosia
Medan 2 menit lalu
Posmetro Medan, MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, siap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan sistem kerj
Medan satu jam lalu
Menurut Rico Waas, saat ini Pemko Medan telah mempersiapkan pelaksanaan kebijakan tersebut di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Belawan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pelabuhan Belawan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)
Medan satu jam lalu
Langkah berani ini pun menuai apresiasi luas, khususnya bagi jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Ruang Terbuka Hi
Medan 2 jam lalu
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pergerakan para tersangka hingga akhirnya berhasil m
Kriminal 2 jam lalu
Meski demikian, sebetulnya ada cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya melalui proses balik nama.
Lifestyle 2 jam lalu
Melihat mantan istrinya berboncengan dengan menggunakan sepeda motor yang dibelinya sehingga timbul rasa cemburu dan sakit hati dari pelaku
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan menjatuhkan vonis bebas kepada Amsal Christy Sitepu terdakwa dugaan korupsi pe
Medan 3 jam lalu
Tiga seri awal MotoGP 2026 menjadi mimpi buruk bagi Ducati. Enam pembalapnya tidak ada yang mampu meraih kemenangan. Bahkan, mereka hanya sa
Sport 3 jam lalu