Dukun Ghana Nana Kwaku Bonsam Prediksi Tanjung Verde Hentikan Langkah Argentina
Prediksi Kontroversial Dukun Ghana Nana Kwaku Bonsam Tanjung Verde Disebut Bakal Hentikan Langkah Argentina.
Sport 24 detik lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Keluarga seorang pengemudi becak barang yang tewas setelah ditabrak mobil Toyota Fortuner di Jalan Letjen Jamin Ginting, Medan, menuntut pertanggungjawaban langsung dari pelaku. Mereka berharap pengemudi yang diduga seorang disc jockey (DJ) itu datang secara pribadi untuk meminta maaf kepada ibu korban.
Insiden maut itu terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Oktober 2025. Pengemudi Fortuner yang diidentifikasi bernama Parlin Sembiring, 28 tahun, diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak korban dan melarikan diri.
Anak korban, Febry Gunawan, menyatakan bahwa pihak keluarga menghargai adanya itikad baik dari perwakilan pelaku yang telah datang. Namun, bagi keluarga, kehadiran dan permohonan maaf langsung dari pengemudi yang bertanggung jawab adalah hal yang paling utama.
Baca Juga:
"Walaupun kemarin sudah datang utusan dari si pengendara, kami pihak keluarga maunya si pengendara datang langsung ke ibu saya," kata Febry Gunawan saat ditemui di rumah duka, Minggu (19/10/2025)
Febry menambahkan, keluarga bersedia menunggu hingga suasana lebih tenang, namun pertemuan langsung dengan pelaku adalah sebuah keharusan. "Saya lebih kepingin yang nabrak datang, mungkin tunggu tenang, tidak apa-apa. Datang ke keluarga saya, minta maaf ke ibu saya," ujarnya.
Pihak keluarga menyuarakan kekhawatiran bahwa status sosial pelaku dapat memengaruhi jalannya proses hukum. Mereka berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan tanpa ada yang ditutupi.
"Satu sisi, kami jangan sampai ini semuanya jadi buram. Kalau bisa terang, karena kita berhadapan dengan orang dari kalangan menengah ke atas," kata Febry.
Meskipun menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kepolisian, keluarga tetap membuka pintu untuk penyelesaian damai. Namun, prasyaratnya tetap sama: pelaku harus datang dan memohon maaf secara tulus kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kalau misalnya yang terbaik itu damai, itu jalan yang baik. Cuma keinginan keluarga, yang menabrak datang untuk memohon maaf langsung kepada kami pihak keluarga, terutama ibu," tegasnya.
Febry juga mengonfirmasi bahwa pihak Jasa Raharja telah mengunjungi kediaman mereka untuk mengurus administrasi santunan bagi keluarga korban.
(dam)
Prediksi Kontroversial Dukun Ghana Nana Kwaku Bonsam Tanjung Verde Disebut Bakal Hentikan Langkah Argentina.
Sport 24 detik lalu
Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas SidebukDebuk Meningkat
Sumut 19 menit lalu
Silverius Bangun dilaporkan meninggal dunia diusia 44 tahun pada Minggu 28 Juni 2026.
Profil 26 menit lalu
Ketua PD II KB FKPPI Sumut, H Buyung Sitorus Lantik Kepengurusan KB FKKPPI PC 0213 Nias.
Sumut 31 menit lalu
Ibu yang dihipnotis ini cuma bisa menangis lantaran tak menyangka gelang emasnya bernilai Rp100 juta hilang dibawa pelaku.
Peristiwa 37 menit lalu
Dikabarkan hilang diduga terseret arus sungai Bah Tongguran, Tanah Jawa, Simalungun, hingga kini pria berinisial MS itu masih dicari.
Peristiwa 52 menit lalu
Warga Siantar berinisial GP mencuri HP dan menguras uang di Rekening korbannya lewat SMS Banking.
Kriminal satu jam lalu
Pengedar narkoba ditangkap polisi di pinggir Jalan SM Raja, Kelurahan Pasar Porsea, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke80, Polrestabes Medan sukses menggelar turnamen esports bertaju
Medan satu jam lalu
Wali Kota Tanjungbalai Pecat 4 ASN lantaran tidak masuk kerja melebihi 28 hari dalam setahun.
Sumut satu jam lalu