Bea Cukai dan Polri Temukan 30 Kg Sabu dalam Kemasan Teh Tiongkok di Perairan Asahan
Bea Cukai dan Polri Temukan 30 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh Tiongkok di Perairan Asahan.
Peristiwa 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Keluarga seorang pengemudi becak barang yang tewas setelah ditabrak mobil Toyota Fortuner di Jalan Letjen Jamin Ginting, Medan, menuntut pertanggungjawaban langsung dari pelaku. Mereka berharap pengemudi yang diduga seorang disc jockey (DJ) itu datang secara pribadi untuk meminta maaf kepada ibu korban.
Insiden maut itu terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Oktober 2025. Pengemudi Fortuner yang diidentifikasi bernama Parlin Sembiring, 28 tahun, diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak korban dan melarikan diri.
Anak korban, Febry Gunawan, menyatakan bahwa pihak keluarga menghargai adanya itikad baik dari perwakilan pelaku yang telah datang. Namun, bagi keluarga, kehadiran dan permohonan maaf langsung dari pengemudi yang bertanggung jawab adalah hal yang paling utama.
Baca Juga:
"Walaupun kemarin sudah datang utusan dari si pengendara, kami pihak keluarga maunya si pengendara datang langsung ke ibu saya," kata Febry Gunawan saat ditemui di rumah duka, Minggu (19/10/2025)
Febry menambahkan, keluarga bersedia menunggu hingga suasana lebih tenang, namun pertemuan langsung dengan pelaku adalah sebuah keharusan. "Saya lebih kepingin yang nabrak datang, mungkin tunggu tenang, tidak apa-apa. Datang ke keluarga saya, minta maaf ke ibu saya," ujarnya.
Pihak keluarga menyuarakan kekhawatiran bahwa status sosial pelaku dapat memengaruhi jalannya proses hukum. Mereka berharap kasus ini dapat diungkap secara transparan tanpa ada yang ditutupi.
"Satu sisi, kami jangan sampai ini semuanya jadi buram. Kalau bisa terang, karena kita berhadapan dengan orang dari kalangan menengah ke atas," kata Febry.
Meskipun menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kepolisian, keluarga tetap membuka pintu untuk penyelesaian damai. Namun, prasyaratnya tetap sama: pelaku harus datang dan memohon maaf secara tulus kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kalau misalnya yang terbaik itu damai, itu jalan yang baik. Cuma keinginan keluarga, yang menabrak datang untuk memohon maaf langsung kepada kami pihak keluarga, terutama ibu," tegasnya.
Febry juga mengonfirmasi bahwa pihak Jasa Raharja telah mengunjungi kediaman mereka untuk mengurus administrasi santunan bagi keluarga korban.
(dam)
Bea Cukai dan Polri Temukan 30 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh Tiongkok di Perairan Asahan.
Peristiwa 14 menit lalu
Winda Lorenza Diduga Bunuh Diri, Kapolda Sumut Pastikan Penyidikan Terus Diperdalam.
Medan satu jam lalu
Satpolairud Polres Sibolga Intensifkan Patroli dan Pemantauan Wilayah Pesisir
Peristiwa satu jam lalu
Dukung Pembentukan Karakter Generasi Muda, Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
Sumut 2 jam lalu
Jelang HUT RI, PWPM Datang Membawa Pesan Wartawan Senior Tak Boleh Dilupakan.
Medan 2 jam lalu
Wali Kota Sibolga Buka Turnamen Sepak Bola Gebyar Kemerdekaan, Pererat Sinergi Forkopimda.
Sumut 2 jam lalu
Pemprov Sumut Tegaskan ProbisUHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat.
Sumut 2 jam lalu
Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
Sumut 2 jam lalu
Tiga Pekerja DLH Kota Tanjungbalai Tersengat Listrik Tegangan Menengah Saat Pasang Bendera di Tugu Segitiga.
Peristiwa 2 jam lalu
Bea Cukai Jayapura Gagalkan Pengiriman 16.000 Batang Rokok Ilegal Melalui Layanan Pos
Inter-Nasional 2 jam lalu