Minggu, 29 Maret 2026
Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading

Korban Alami Gangguan Pendengaran, 7 Dioperasi 21 Dipulangkan

Faliruddin Lubis - Sabtu, 08 November 2025 12:00 WIB
Korban Alami Gangguan Pendengaran, 7 Dioperasi 21 Dipulangkan
Instagram
Korban diboyong teman-temannya dari lokasi ledakan.

POSMETRO MEDAN,Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sebanyak 21 dari 54 korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah dipulangkan dari rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat efek ledakan. Meski begitu, kondisi mereka kini telah membaik dan diperbolehkan pulang.

"Sampai hari ini, 21 korban sudah dipulangkan. Sebagian besar mengalami gangguan pendengaran ringan," ujar Ade Ary, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga:

Sementara itu, korban lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit di Jakarta untuk memastikan tidak ada dampak medis serius akibat insiden tersebut.

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab ledakan yang terjadi di area sekolah tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

Baca Juga:

Sementara itu Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah melakukan kunjungan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih untuk melihat korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading. Margaret menyebut di rumah sakit itu ada 7 korban yang akan dioperasi.

"Ada sebagian yang harus dioperasi ya. Tadi data terakhir ada sekitar 7 anak, tapi yang kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa pulang, sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang," kata Margaret, Jumat (7/11/2025).

Ada 14 korban ledakan yang akan dirawat inap di RS ini. Untuk jumlah korban yang menjalani perawatan, masih dilakukan pendataan.

"Informasinya tadi, 33-an anak yang masih ada di sini, pas saya sampai sini sudah bertambah. Tapi rupanya bertambahnya karena sebagian anak tadi ada yang dibawa ke puskesmas. Rupanya kondisinya tidak memungkinkan ditangani di puskesmas," sebutnya.

Margaret menilai para korban mengalami trauma psikologis dan membutuhkan pendampingan. Namun penanganan akan difokuskan dulu menyembuhkan korban luka.

"Karena pasti anak-anak ini mengalami trauma. Semua anak, baik yang mengalami luka atau tidak, yang mendengar dan menyaksikan kasus tadi, itu pasti membutuhkan untuk pendampingan psikologis," sebutnya.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi dua kali pada saat berlangsungnya Salat Jumat di masjid SMAN 72 Jakarta. Kejadian ini menimbulkan kepanikan para siswa hingga berlarian keluar.

Polda Metro Jaya mendirikan posko untuk korban. Posko berada di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi.(detiksumut)

Tags
beritaTerkait
Timnas Indonesia Hajar Negara Terkecil di Amerika 4-0, Tantang Bulgaria di Final
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
Musa Rajekshah Lepas Mudik Gratis, Ingatkan Pentingnya Keselamatan dan Kebersamaan
Rahmadani Siagian Dimakamkan di Labura, Di Medan Tinggal Bersama Orangtua Sambung
Kerangka di Sungai Batangtoru Diduga Warga yang Hilang saat Banjir
2 Kebakaran Landa Kota Tanjungbalai, Tidak Ada Korban Jiwa
komentar
beritaTerbaru