Minggu, 29 Maret 2026
Kasus Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Korban Disuruh Amankan Pelaku Pencurian

Kini Malah Jadi Terlapor dan Minta Perlindungan LPSK

Faliruddin Lubis - Selasa, 25 November 2025 09:02 WIB
Kini Malah Jadi Terlapor dan Minta Perlindungan LPSK
IST
Kantor LPSK.

POSMETRO MEDAN,Medan- Sejumlah korban yang kini berstatus terlapor mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Medan pada Senin, 24 November 2025 siang.

Mereka meminta perlindungan hukum setelah dilaporkan balik oleh keluarga pelaku pencurian ke Polrestabes Medan atas dugaan penganiayaan saat mengamankan pelaku.

AS, salah satu korban yang kini turut menjadi terlapor, menjelaskan bahwa kejadian berawal pada 23 September 2025. Saat itu, ia bersama keluarga mendapatkan informasi bahwa salah satu pelaku pencurian, berinisial DT, akan bertemu seorang wanita yang merupakan pekerja di toko mereka.

Baca Juga:

Informasi itu kemudian disampaikan kepada penyidik Polsek Pancur Batu, Brigadir SH, yang menangani laporan pencurian tersebut.

"Kami bertemu dengan Brigadir SH di sebuah kafe depan Royal Sumatera. Ia datang bersama seorang pria berbadan tegap yang kami kira anggota polisi. Beberapa menit kemudian, pekerja kami memberi kabar bahwa dia sudah bersama pelaku DT di kamar nomor 22 Hotel Kristal. Hal itu langsung kami sampaikan kepada Brigadir SH, tetapi anehnya dia justru menyuruh kami mengamankan pelaku," ujar AS.

Baca Juga:

AS mengatakan, mereka menuju lokasi karena khawatir pelaku melarikan diri. Sesampainya di hotel, salah satu pelaku terlihat mengintip sambil memegang pisau. AS mengaku terpaksa membela diri hingga berhasil mengamankan pelaku tersebut.

Tidak hanya DT, korban juga mengamankan pelaku lainnya berinisial KR di kamar 23. Saat ditangkap, KR ditemukan bersama seorang perempuan di bawah umur yang sedang menjalani praktik kerja lapangan di Medan.

"Kedua pelaku dan sebilah senjata tajam kami serahkan kepada Brigadir SH yang menunggu di mobil. Atas perintahnya, kedua pelaku dibawa ke Polsek Pancur Batu. Di sana, Brigadir SH menginterogasi mereka hingga mengaku menyimpan barang curian di rumah temannya, SM," jelas AS.

Setelah itu, Brigadir SH kembali meminta para korban ikut mengamankan terduga penadah SM di kawasan Pancing. AS mengaku sempat meminta agar penyidik membuat surat penangkapan dan meminta bantuan anggota reskrim lain, namun permintaan itu diabaikan.

"SM akhirnya ikut kami bawa ke Polsek bersama barang bukti. Tapi keesokan harinya, SM dipulangkan dengan alasan tidak terbukti sebagai penadah," keluhnya.

Beberapa minggu kemudian, para korban menerima surat panggilan wawancara dari Polrestabes Medan karena laporan balik dari pelaku pencurian. Mereka terkejut setelah mengetahui saksi dalam laporan tersebut adalah wanita yang mereka tugaskan bertemu pelaku, serta pria berinisial Y, orang yang dibawa Brigadir SH saat penangkapan.

"Hari ini kami datang ke LPSK meminta perlindungan hukum. Kami disuruh Brigadir SH mengamankan pelaku, dia juga berada di lokasi hotel saat kejadian. Kami tidak melakukan penganiayaan bersama-sama. Jika pun ada, itu bentuk pembelaan diri karena pelaku membawa sajam dan melakukan perlawanan," tegas AS.

AS juga mengungkap bahwa pelaku bahkan sempat mereka bawa ke rumah SM di Jalan Pancing untuk mencari barang bukti, sehingga ia menilai laporan balik yang mereka terima sangat tidak adil.

"Kami berharap LPSK menerima permohonan perlindungan kami. Kami juga meminta Bapak Kapolda Sumut memecat Brigadir SH dan memeriksa Iptu EK serta Kapolsek Pancur Batu Kompol DJ yang diduga melakukan obstruction of justice dan menghilangkan barang bukti," tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Junaidi Karo Sekali, tidak membuahkan hasil. Telepon wartawan tidak dijawab.

Sementara itu, Kasi Propam Polrestabes Medan, AKP Natal Saragih, saat dikonfirmasi mengenai dugaan obstruction of justice dan ketidakprofesionalan penyidik Polsek Pancur Batu, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Mohon bersabar, kami sedang melakukan penyelidikan terkait hal tersebut," ujarnya singkat.(WIK/REL)

Tags
beritaTerkait
Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
Polrestabes Medan Gelar Apel Sabuk dan Kentongan Kamtibmas, Dirangkai Halal Bihalal Idul Fitri 1477 H
Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
Pelaku Terinspirasi Karena Sering Nonton Film Bokef
Kapolrestabes Medan Hadiri Pelepasan 4.000 Peserta Mudik
komentar
beritaTerbaru