Jembatan Rambing Putus dan Permukiman Tergenang Akibat Banjir di Tukka dan Pandan
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Produksi jeruk Karo yang selama ini cukup melimpah terkena masalah. Saat ini, sekitar 87,1 persen lahan pertanian jeruk di Kabupaten Karo terkena serangan hama lalat buah yang mengakibatkan produksi jeruk menurun drastis.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, hama lalat buah yang mengganggu petani jeruk di Kabupaten Karo ini mulai meresahkan pada tahun 2014 silam.
Akibatnya bukan hanya harga komoditas yang turun drastis. Tetapi, produksi jeruk di Kabupaten Karo juga mengalami penyusutan sekitar 40-50 persen. Adanya hama lalat buah ini, membuat para petani Kabupaten Karo mulai enggan menanam jeruk.
Baca Juga:
Hal itu diketahui saat Rapat Koordinasi (Rakor) produksi dan hilirisasi komuditas jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (22/5/2025).
Menanggapi hal itu Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan, pihaknya akan turun langsung untuk melihat dan menangani hama lalat buah tersebhut.
Baca Juga:
Penanganan hama lalat buah ini, Kata Bobby Nasution bertujuan untuk untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Karo, yang pernah menjadi primadona di Indonesia. "Langkah pertama kita akan intervensi serangan lalat buah, tetapi tentu kita akan mendata, menyusun teknis penanggulangannya terlebih dahulu," ucapnya.
Untuk itu, kata Bobby penanganan hama lahat harus dilakukan secara masif. "Setelah mendapatkan penanganan yang paling tepat. Kita akan segera sosialisasi kepada petani jeruk Karo, karena ini harus dilakukan serentak dan bersama-sama,” ucapnya.
Dikatakannya, meski jeruk di Kabupaten Karo terkena serangan hama lalat buah, produsen jeruk terbesar kedua tetap dari Sumut.
"Saat ini produsen terbesar jeruk itu Jawa Timur dan Sumut masih nomor dua, bayangkan dengan keadaan kita seperti inipun kita masih nomor dua, kalau kita maksimalkan kita bisa nomor satu, bahkan diperhitungkan secara internasional," jelasnya.
Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan, pihaknya sangat bersyukur adanya perhatian pemerintah pusat dan Pemprov Sumut menangani hama jeruk.
Menurutnya, mengembalikan kejayaan jeruk Karo adalah mimpi masyarakatnya, yang sampai saat ini belum terwujud. "Kami sangat bersykur pemerintah pusat, pemerintah provinsi memberikan atensi besar pada masalah ini," ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya perhatian pemerintah, produksi jeruk akan kembali meningkat dan membuat para petani Karo lebih semangat. "Mudah-mudahan dalam enam bulan ke depan kita sudah bisa lihat hasilnya, bila sukses, produksi jeruk akan meningkat lebih dari 40 persen," jelasnya.
Sementara itu, Pakar Kultur Jaringan, Luthfi Aziz Mahmud Siregar mengatakan, selain teknologi, salah satu yang terpenting dalam penanganan hama ini adalah kesadaran petani.
Sehingga, kata Luthfi dibutuhkan pendampingan kepada petani agar mengelola tanaman jeruknya secara profesional. "Penanganan lalat buah ini harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya di lahan jeruknya saja, tetapi juga bumpernya, zona di sekitar lahan pertanian jeruk," ucapnya.
Hama lalat buah
Tanah Karo merupakan daerah yang subur karena berada di kaki Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Sehingga mata pencarian utama di daerah ini adalah bertani. Hasil pertanian dari Tanah Karo sangat unggul, tak heran banyak di kirim keluar daerah. Beberapa hasil panen yang biasanya dikirim keluar daerah adalah jeruk berastagi, wortel berastagi dan sayur kol.
Buah-buahan dan sayur-sayuran dikirim biasanya merupakan berkualitas sehingga memiliki harga yang lebih mahal dari sayur atau buah yang sejenis lainnya. Terlebih jeruk Berastagi yang kita tahu jika kita pergi ke supermarket atau pasar tradisional harganya lebih mahal dibandingkan dengan jeruk dari daerah lain. Mungkin kita bertanya tanya kenapa jeruk Berastagi bisa lebih mahal dari jeruk daerah lain.
Adapun perbandinganya kenapa lebih mahal karena rasa dari jeruk Berastagi lebih manis dan ketika selesai makan jeruknya tidak menghasilkan rasa pahit seperti kebanyakan jeruk lainnya.
Akan tetapi belakangan ini hal buruk menimpa Tanah Karo. Diduga akibat bencana alam di mana Gunung Sinabung yang merupakan gunung berapi aktif. Akibat dari bencana alam ini beberapa hewan liar keluar dari hutan lindung yang berada di sekitar lereng Gunung Sinabung. Salah satu hewan yang keluar itu adalah lalat buah. Serangga ini sangat merugikan masyarakat karo terkhusus petani jeruk karena serangga ini dapat merusak daging buah jeruk di mana serangga ini bertelur di dalam buah jeruk, larva yang menetas dari telur tersebut dapat merusak daging buah jeruk sehingga menjadi busuk dan gugur.
Akibat dari serangan lalat buah ini banyak petani jeruk yang mengalami kerugian yang tidak sedikit. Seperti yang kita ketahui kalau sudah terkena lalat buah ini pohon jeruk langsung berguguran baik buah dan daunnya.
Akibat dari serangan lalat buah ini banyak petani jeruk yang mengalami kerugian yang tidak sedikit. Seperti yang kita ketahui kalau sudah terkena lalat buah ini pohon jeruk langsung berguguran baik buah dan daunnya. Tetapi petani jeruk tidak tinggal diam dengan situasi ini banyak usaha yang sudah dilakukan seperti :
Namun semua usaha yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal sehingga petani jeruk mulai resah. Hal ini diakibatkan karena menurunnya hasil panen dan harga jeruk yang tidak stabil juga, karena untuk biaya perawatan jeruk tidak lah mudah. (wan/tribun)
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LUBUK PAKAM Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deli Serdang menggelar Pelatihan Konten Kreator Kehumasan untuk mening
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretar
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan para lulusan ag
Medan 11 jam lalu
Personel Sat Lantas Polres Dairi Gugur Saat Jalankan Tugas di Lokasi Kebakaran Sidikalang
Sumut 13 jam lalu
Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H. salah satu perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karir yang cukup menarik.
Profil 14 jam lalu
Polres Tanjungbalai resmi menyerahkan penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi kepada masyarakat di Jalan Lingkar Selatan.
Sumut 15 jam lalu
Polda Sumut dan Polres Humbahas Tetapkan 24 Tersangka Kasus Penyerangan di Matiti Humbahas
Peristiwa 16 jam lalu
TNI AL (Posal) Polewali Mandar, Lanal Mamuju mengamankan warga Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, beserta barang bukti narkoba.
Inter-Nasional 17 jam lalu