Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 35 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Aceh Tamiang- Puluhan guru muda menggelar Sekolah Rakyat untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang.
Misi kemanusiaan tersebut digelar sepekan setelah pengumuman perekrutan relawan dibuka melalui media sosial. Program ini berfokus pada kegiatan trauma healing dan pendidikan nonformal bagi anak-anak terdampak bencana.
Gerakan itu diinisiasi pengacara muda, Agum Aditya. Ia mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mulai menunjukkan tanda-tanda stres dan kejenuhan di pengungsian.
Baca Juga:
"Kami sudah berada di desa ini sejak dua minggu pascabanjir. Dampaknya cukup berat, terutama bagi anak-anak. Mereka terlihat jenuh dan tertekan, sehingga kami bersepakat menghadirkan kegiatan trauma healing melalui Sekolah Rakyat," ujar Agum, Kamis 25 Desember 2025.
Agum menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang belajar nonformal. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran ringan, permainan edukatif, dan pendampingan psikologis untuk membantu anak-anak kembali merasa aman dan ceria," jelasnya.
Baca Juga:
Selain itu, Agum menegaskan, keterlibatan relawan bukan untuk kepentingan pribadi atau wisata. Ia menetapkan persyaratan bagi calon relawan, termasuk kesiapan mental menghadapi keterbatasan fasilitas dan medan.
"Kehadiran kami bukan untuk liburan, tetapi untuk memberikan solusi bagi warga, terutama anak-anak," tegasnya.
Meski persyaratan cukup ketat, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Puluhan guru muda yang mayoritas perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari guru agama dan bahasa Arab, guru bahasa Inggris, hingga pendamping trauma healing.
"Keberagaman tersebut diharapkan memperkaya metode pendampingan dan pembelajaran bagi anak-anak di lokasi bencana," ungkap Agum.
Perjalanan menuju Desa Sekumur menjadi tantangan tersendiri. Dari Kota Medan, tim menempuh perjalanan darat sekitar empat jam menuju Desa Babo, dilanjutkan menyeberangi sungai dengan perahu untuk mencapai lokasi utama.
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 35 menit lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 2 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 3 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 5 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 8 jam lalu