Mardison Lantik Dua Hakim Ad Hoc PHI, 350 Lebih Perkara Masuk PN Medan Sepanjang 2026
POSMETRO MEDAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Kelas IA Khusus, Mardison, SH, melantik dua Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Aceh Tamiang- Puluhan guru muda menggelar Sekolah Rakyat untuk memulihkan trauma anak-anak korban banjir bandang di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang.
Misi kemanusiaan tersebut digelar sepekan setelah pengumuman perekrutan relawan dibuka melalui media sosial. Program ini berfokus pada kegiatan trauma healing dan pendidikan nonformal bagi anak-anak terdampak bencana.
Gerakan itu diinisiasi pengacara muda, Agum Aditya. Ia mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mulai menunjukkan tanda-tanda stres dan kejenuhan di pengungsian.
Baca Juga:
"Kami sudah berada di desa ini sejak dua minggu pascabanjir. Dampaknya cukup berat, terutama bagi anak-anak. Mereka terlihat jenuh dan tertekan, sehingga kami bersepakat menghadirkan kegiatan trauma healing melalui Sekolah Rakyat," ujar Agum, Kamis 25 Desember 2025.
Agum menjelaskan, program ini dirancang sebagai ruang belajar nonformal. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran ringan, permainan edukatif, dan pendampingan psikologis untuk membantu anak-anak kembali merasa aman dan ceria," jelasnya.
Baca Juga:
Selain itu, Agum menegaskan, keterlibatan relawan bukan untuk kepentingan pribadi atau wisata. Ia menetapkan persyaratan bagi calon relawan, termasuk kesiapan mental menghadapi keterbatasan fasilitas dan medan.
"Kehadiran kami bukan untuk liburan, tetapi untuk memberikan solusi bagi warga, terutama anak-anak," tegasnya.
Meski persyaratan cukup ketat, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Puluhan guru muda yang mayoritas perempuan dari beragam latar belakang, mulai dari guru agama dan bahasa Arab, guru bahasa Inggris, hingga pendamping trauma healing.
"Keberagaman tersebut diharapkan memperkaya metode pendampingan dan pembelajaran bagi anak-anak di lokasi bencana," ungkap Agum.
Perjalanan menuju Desa Sekumur menjadi tantangan tersendiri. Dari Kota Medan, tim menempuh perjalanan darat sekitar empat jam menuju Desa Babo, dilanjutkan menyeberangi sungai dengan perahu untuk mencapai lokasi utama.
"Kehadiran para guru muda ini diharapkan memulihkan kondisi psikologis anak-anak sekaligus menjaga semangat belajar di wilayah terdampak banjir," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dalam sebulan terakhir dilanda banjir dan longsor, yang berdampak pada kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat.
Sebagai ikhtiar, para guru muda dari berbagai latar belakang disiplin ilmu tersebut menggelar sekolah rakyat untuk memulihkan kondisi mental anak-anak korban banjir.(WIK/REL/*)
POSMETRO MEDAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Kelas IA Khusus, Mardison, SH, melantik dua Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 katego
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDANLebih sepekan, 3 jurnalis yang sudah samasama di ambang sore, bersama seorang anak muda tangguh, melakukan perjalanan kelilin
Editorial 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Asahan Gelombang aksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan mengguncang sejumlah kantor pemerin
Peristiwa 8 jam lalu
Transportasi danau menjadi bagian penting bagi masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Samosir.
Sumut 9 jam lalu
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 10 jam lalu
Sidang KSOP Belawan, Saksi sebut Penerimaan Jasa Pelabuhan Sudah Disetor ke Negara
Medan 11 jam lalu
Tanggapi Dumas Presisi, Polsek Torgamba Amankan ZAS, 1,7 Gram Barang Bukti Disita
Sumut 11 jam lalu
Awalnya Ditangkap Warga Kasus Penggelapan Motor, Pria di Perbaungan Malah Kedapatan Kantongi Sabu
Sumut 12 jam lalu
Mengenal Kombes Pol Alfonso Doly Gelbert Sinaga, Kabidpropam Polda Bali.
Profil 13 jam lalu