Rabu, 11 Februari 2026

Motif Dendam di Balik Tragedi Anak Bunuh Ibu, Kombes Jean Calvijn Pastikan tak Ada DNA Ayah di Pisau

Evi Tanjung - Senin, 29 Desember 2025 19:50 WIB
Motif Dendam di Balik Tragedi Anak Bunuh Ibu, Kombes Jean Calvijn Pastikan tak Ada DNA Ayah di Pisau
Dam
Terungkap dendam kesumat adik saat kakak dianiaya, game online dibuang, nekat adik bunuh ibu

POSMETRO MEDAN, Medan -

Tabir gelap kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya di Kota Medan akhirnya terungkap. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa pelaku bertindak atas inisiatif pribadi tanpa keterlibatan pihak lain, termasuk sang ayah.

Kepastian ini didapat setelah hasil uji forensik terbaru terhadap barang bukti keluar. Polisi mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan jejak keterlibatan sang ayah dalam peristiwa berdarah tersebut.

Baca Juga:

"Berdasarkan hasil uji laboratorium forensik, tidak ada DNA ayah pada pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa ibunya," ujar Jean Calvijn saat memaparkan kasus Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) di Mapolrestabes Medan, Senin (29/12/2025).

Penyidikan mendalam mengungkap bahwa aksi nekat Adik (ABH) didasari oleh trauma mendalam. Pelaku mengaku kerap melihat dan mengalami kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh korban (ibunya) terhadap dirinya dan sang kakak.

Korban disebut sering memarahi, memaki, hingga memukul anak-anaknya menggunakan benda tumpul seperti sapu dan tali pinggang. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, korban dilaporkan pernah mengancam kedua anaknya menggunakan senjata tajam.

Puncak kekesalan pelaku justru dipicu oleh masalah yang tampak sepele, korban menghapus aplikasi permainan daring (game online) di ponsel pelaku. Hal ini menjadi pemantik ledakan amarah atas dendam yang sudah lama terpendam.

Pada malam kejadian, ABH terbangun dan melihat ibunya sedang tertidur di sampingnya. Di saat itulah, niat untuk menghabisi nyawa korban muncul. Ada detail dingin dalam perencanaan pelaku, yakni ia sempat melepas pakaiannya sebelum beraksi.

"Saat ditanya mengapa membuka baju, alasannya adalah agar pakaiannya tidak terkena noda darah saat melakukan perlukaan pada korban," jelas Jean Calvijn.

Aksi tersebut sempat dipergoki oleh sang kakak yang terbangun. Sempat terjadi pergumulan di mana sang kakak berhasil merampas pisau pertama dan membuangnya. Namun, yang sudah gelap mata segera berlari ke dapur untuk mengambil pisau kedua.

Tags
beritaTerkait
Kasus Anak Bunuh Ibu, Jean Calvijn Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian
komentar
beritaTerbaru