Warga Langkat Gerah, MKD diminta Segera Sidangkan Dugaan KDRT Rudi Bangun
POSMETRO MEDANMajelis Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta untuk segera menindaklanjuti dan m
Politik 34 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Papua- Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan istri seorang anggota TNI dengan 13 prajurit di wilayah Papua tengah menjadi sorotan nasional pada akhir Februari 2026.
Peristiwa ini mencuat setelah suami korban melaporkan secara resmi ke atasan setelah mencurigai perilaku istrinya selama bertugas di Kodam XVII/Cenderawasih.
Perempuan berinisial FSN, berusia 26 tahun itu diduga melakukan hubungan terlarang dengan sedikitnya 13 prajuritTNI AD.
Baca Juga:
Mereka sebagian besar adalah prajurit muda, dengan 12 di antaranya lajang dan satu sudah menikah. Dari jumlah tersebut, 9 hingga 10 prajurit telah diperiksa, dan sebagian besar mengakui adanya hubungan terlarang.
Kasus ini terjadi di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih, mencakup wilayah Wamena di Markas Yonif 756/Wimane Sili (WMS), rumah dinas, hingga hotel. Penyelidikan resmi dimulai sejak 17 Februari 2026, dan kasus ini menjadi viral di media sosial sekitar akhir Februari 2026.
Baca Juga:
Pengakuan dan Barang Bukti
Dalam pemeriksaan, beberapa prajurit mengungkapkan bahwa inisiatif hubungan tersebut berasal dari FSN. Ia yang memulai percakapan, meminta nomor telepon, mengajak bertemu, hingga berhubungan intim.
"Wanita tersebut yang menggoda duluan," kata salah satu prajurit yang diperiksa. Barang bukti berupa ponsel dan rekaman chat telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Respons Kodam XVII/Cenderawasih
Letkol Inf Tri Purwanto, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam tahap penyidikan resmi oleh Pomdam XVII/Cenderawasih, yaitu Polisi Militer Daerah.
"Proses penyidikan berjalan sesuai mekanisme hukum dan disiplin militer," jelasnya saat memberikan klarifikasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa informasi lebih rinci hanya dapat diberikan oleh penyidik Pomdam dan bukan dari pihak penerangan. Kodam menangani kasus ini secara internal dan transparan dengan koordinasi yang erat bersama Pomdam untuk menjamin profesionalisme.
Kasus ini dianggap mencoreng nama baik institusi TNI karena melibatkan banyak prajurit sekaligus. Sampai saat ini, belum ada putusan akhir atau sanksi yang diumumkan karena proses penyidikan masih berlangsung. Namun, perhatian publik dan media tetap tinggi mengingat skala dan dampak yang ditimbulkan. (fajar)
POSMETRO MEDANMajelis Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta untuk segera menindaklanjuti dan m
Politik 34 menit lalu
Sosok Citra Korban Kecelakaan Kereta, Anak Bungsu Merantau Kuliah ke Jakarta.
Peristiwa satu jam lalu
Bawa 5 Kg Sabu dari Malaysia, Warga Jatim Ditangkap di Asahan.
Sumut 2 jam lalu
Polres Binjai Rilis Ungkap Kasus JanuariApril 2026.
Kriminal 2 jam lalu
LBH Keadilan Setara Hadir, Wali Kota Tanjungbalai Dukung Perluasan Bantuan Hukum Gratis.
Sumut 2 jam lalu
Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara&ndashNegeri Lama&ndashTajung Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini,
Sumut 2 jam lalu
JudulPelaku Penganiayaan Tewaskan Remaja di Belawan Ditangkap Kurang dari 4 Jam, Satu Orang Masih Diburu.
Peristiwa 3 jam lalu
Nilai tukar Rupiah Rabu, 29 April 2026 pagi kembali dilaporkan melemah.
Bisnis 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanaka
Sumut 3 jam lalu
Kecelakaan beruntun antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Peristiwa 3 jam lalu