Selasa, 03 Maret 2026

Menembus Area Abu-abu, Drama 12 Jam Perjalanan Kaki dan Penghadangan di Tambang Emas Ilegal Madina

Faliruddin Lubis - Selasa, 03 Maret 2026 17:59 WIB
Menembus Area Abu-abu, Drama 12 Jam Perjalanan Kaki dan Penghadangan di Tambang Emas Ilegal Madina
IST/Polda Sumut
Helikopter tim gabungan dari Ditkrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara saat berada di lokasi penambangan liar.

POSMETRO MEDAN,Madina - Langkah kaki ratusan personel kepolisian memecah kesunyian hutan di perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Senin dini hari, 2 Maret 2026.

Medan ekstrem yang tak mampu ditembus kendaraan biasa memaksa tim gabungan dari Ditkrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara untuk menempuh perjalanan dengan gaya infanteri.

Selama 12 jam, mereka bertarung dengan vegetasi rapat dan jalur berlumpur demi satu tujuan: menghentikan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian masif merusak paru-paru hutan.

Baca Juga:

Baca Juga:

Operasi besar-besaran yang melibatkan sekitar 245 personel ini bukan sekadar patroli rutin. Pergerakan ini merupakan instruksi langsung dari pucuk pimpinan Polri yang gerah melihat video viral mengenai aktivitas tambang liar di kawasan yang kerap dijuluki "area abu-abu" tersebut.

Dansat BrimobPolda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, menegaskan kehadiran mereka di lokasi merupakan bentuk respons cepat terhadap keresahan masyarakat.

"Perintah langsung Bapak Kapolri melalui Bapak Kapolda Sumatera Utara yang juga kami diarahkan oleh Bapak Dankor Brimob tentang adanya video viral tambang liar di area abu-abu antara Madina dengan Tapsel," ujar Kombes Rantau, saat berada di tengah lokasi penertiban yang gersang akibat kupasan tanah alat berat.

Perjuangan menembus hutan tersebut membuahkan hasil signifikan, meski operasi sempat diwarnai dugaan kebocoran informasi.

Saat penyergapan dilakukan di pagi buta, para pekerja tambang tampak berhamburan melarikan diri ke arah wilayah Madina. Namun, kesigapan petugas membuat alat-alat berat yang menjadi tulang punggung aktivitas ilegal tersebut tidak sempat disembunyikan.

Kombes Rantau menjelaskan bagaimana timnya berhasil menguasai keadaan meskipun para pelaku sempat mencoba mengecoh petugas.

"Jadi, ketika penyergapan pagi, ini kemungkinan sudah sedikit bocor. Mereka bubar, artinya berhamburan ke seberang Madina. Namun kami kejar, makanya kita berhasil dapat sepuluh di seberang, dua ekskavator di seberangnya lagi, jadi totalnya 12 ekskavator," ungkapnya .

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Sita 14 Eskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap
Polda Sumut Resmikan Dua SPPG lagi di Asahan
Polda Sumut Kerahkan 245 Personil Krimsus dan Brimob Tertibkan PETI di Siabu
Polisi Sempat Diintervensi Belasan Orang saat Amankan Ekskavator
Pascabencana, Polda Sumut Amankan 2 Ekskavator Masuk Kawasan Hutan di Madina
Diduga Untuk Tambang Emas Ilegal di Madina, 2 Ekskavator Diamankan Polda Sumut
komentar
beritaTerbaru