PLN Soal Pemadaman Listrik Bergilir, Menteri Bahlil Bilang Begini
Bahlil Lahadalia, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku ke depan tak ada lagi aksi pemadaman listrik. Benarkah?
Bisnis 22 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Pekanbaru -- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau mengungkap kasus peredaran narkotika jenis heroin sebanyak 22 kilogram.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Hengki Haryadi mengatakan, dalam kasus langka ini petugas menangkap dua orang tersangka. "Dua tersangka yang ditangkap berinisial K dan SK. Peran mereka berdua merupakan pengedar heroin," ujar Hengki kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolda Riau di Pekanbaru, Kami (5/3/2026).
Brihjen Hengki mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus peredaran heroin sangat jarang terjadi. Dalam proses pengungkapan, anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau harus menyamar sebagai pembeli.
"Operasi penangkapan dilakukan tertutup. Anggota menangkap pelaku dengan teknik undercover buy," kata Hengki.
Ia memastikan bahwa peredaran heroin ini merupakan sindikat dari luar negeri. Pembeli barang haram ini juga kalangan tertentu. "Ini sejarah pertama pengungkapan heroin terbesar di Riau, yakni sebanyak 22,7 kilogram. Tahun lalu ada juga 5 kilogram. Kita sangat apresiasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau," kata Hengki.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Nugraha menyampaikan, pengungkapan kasus heroin ini dilakukan pada Selasa (24/2/2026), di Kabupaten Bengkalis. Awalnya, tim mendapat informasi ada peredaran heroin di Bengkalis.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan mendalam. Untuk menangkap pelaku, petugas menyamar sebagai pembeli heroin. Petugas berkomunikasi dengan tersangka untuk transaksi. "Pada saat undercover buy, tersangka menjual 5 bungkus heroin seharga Rp 147 juta. Petugas menangkap K," kata Putu.
Dari pengakuan K, ia diperintahkan oleh SK untuk menjual heroin tersebut. Tanpa buang waktu, petugas mencari K dan berhasil ditangkap di rumahnya.
Tersangka SK menyimpan heroin 1 bungkus dalam tanah di kebun cabai, berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Ketika dilakukan interogasi, terungkap bahwa pelaku menyimpan lebih banyak heroin di dalam kebun sawit.
Lokasi penyimpanan berjarak sekitar 800 meter dari rumah tersangka. Barang haram disimpan dalam drum dikubur dalam tanah dan ditutup dengan jerami. "Heroin yang dikubur dalam tanah sebanyak 36 bungkus, jadi 37 bungkus yang disita dari SK. Total heroin yang ditemukan dari kedua tersangka 42 bungkus, dengan berat 22,7 kilogram," kata Putu.
Bahlil Lahadalia, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku ke depan tak ada lagi aksi pemadaman listrik. Benarkah?
Bisnis 22 menit lalu
Kepastian ini diraih setelah salah satu tuan rumah turnamen akbar tersebut memetik kemenangan tipis atas Korea Selatan dalam laga sengit ya
Sport 41 menit lalu
Penyidik disebut meringsek masuk ke dalam kamar pribadi Roy dan istri. Menurut Khozinudin, tindakan ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuas
Peristiwa 46 menit lalu
Acosta menjelaskan, satu dekade lalu, pebalap hebat bisa memenangkan balapan hanya dengan motor biasabiasa saja. Namun, saat ini, fenomena
Sport 58 menit lalu
Nilai tukar Rupiah dilaporkan melemah seiring prospek kenaikan suku bunga The Fed
Bisnis satu jam lalu
Pemko Pematangsiantar memperbaiki jalan berlubang yang berada di Simpang Jalan S Parman dan Jalan Sangnaualuh.
Sumut 2 jam lalu
Polda Metro menangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun melayangkan protes keras menuding polisi tak profesional.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Cuaca kota Medan hari ini diprakirakan diguyur hujan sedang untuk sebagian besar wilayah kecamatan.
Medan 3 jam lalu
Nilai Tukar Rupiah Jumat pagi ini dilaporkan melemah lagi menjadi Rp17.845 per Dolar AS.
Bisnis 3 jam lalu
Kapolda Sumut Mutasi Sejumlah Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba, Berikut Daftar Namanya
Medan 5 jam lalu