Selasa, 10 Maret 2026

OTT KPK, Eks Penyidik: Kepala Daerah yang Lain Tunggu Giliran

Administrator - Selasa, 10 Maret 2026 12:53 WIB
OTT KPK, Eks Penyidik: Kepala Daerah yang Lain Tunggu Giliran
Istimewa
Gedung KPK di Jakarta

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Deretan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang awal 2026 kembali menyentil wajah pemerintahan daerah. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, bahkan menyindir keras dengan menyatakan bahwa sebagian kepala daerah kini hanya tinggal menunggu giliran untuk terjerat kasus korupsi.

Menurut Yudi, fenomena kepala daerah yang terseret kasus rasuah bukan lagi kejadian sporadis. Ia menyebut posisi kepala daerah memang sangat rentan disalahgunakan, terutama jika integritas pejabatnya rapuh.

"Kalau integritasnya sudah nol, tinggal menunggu waktu saja kapan tertangkap," ujar Yudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga:

Yudi, yang juga anggota Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, mengungkapkan bahwa akar masalah bukan hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada mentalitas pejabat tersebut. Kekuasaan besar yang dimiliki kepala daerah, ditambah akses ke anggaran dan proyek, membuka peluang besar bagi praktik korupsi.

"Tekanan finansial juga sering jadi pemicu. Banyak kepala daerah yang ingin menutup biaya politik yang besar saat pilkada, membayar utang kampanye, hingga memenuhi gaya hidup yang tidak sebanding dengan gaji resmi," katanya.

Baca Juga:

Di sisi lain, kewenangan kepala daerah sangat luas. Mulai dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana transfer pusat seperti DAK dan DAU, hingga pengisian jabatan strategis dan mutasi pejabat.

"Kombinasi kuasa, uang, dan kepentingan politik itu yang sering jadi pintu masuk korupsi," tambah Yudi.

Penangkapan terhadap sejumlah kepala daerah belakangan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pejabat lain di daerah, menurut Yudi. Ia menyinggung kasus yang menjerat Bupati Pekalongan hingga penangkapan terbaru terhadap Bupati Rejang Lebong.

Alih-alih menjadikan jabatan sebagai ladang keuntungan pribadi, para kepala daerah seharusnya mengingat bahwa mereka adalah penyelenggara negara yang terikat hukum.

Ia juga mendorong KPK untuk tidak mengendurkan operasi tangkap tangan, karena tindakan tersebut masih dinilai efektif untuk memberikan efek jera.

"Kalau dari awal niatnya memang korup, program pencegahan apa pun tidak akan mempan," ujar Yudi.

Ia bahkan menyindir sebagian pejabat yang datang ke acara pencegahan korupsi hanya sebagai formalitas. Di depan publik terlihat patuh, tetapi praktik korupsi tetap berlangsung di belakang layar.

Sepanjang awal 2026, KPK tercatat sudah beberapa kali menggelar OTT di berbagai daerah dan instansi. Operasi pertama pada Januari menyasar dugaan suap pemeriksaan pajak di kantor pajak Jakarta Utara. Tak lama berselang, operasi berikutnya menjerat Wali Kota Madiun yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait proyek dan dana CSR di lingkungan pemerintah kota.

KPK juga menangkap Bupati Pati dalam kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa. Pada Februari 2026, operasi serupa menyasar dugaan permainan restitusi pajak di kantor pajak Banjarmasin serta kasus importasi barang tiruan yang melibatkan pejabat Bea Cukai.

Masih pada bulan yang sama, KPK membongkar perkara suap sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok yang melibatkan sejumlah pejabat pengadilan. Memasuki Maret 2026, OTT kembali menjerat kepala daerah. Bupati Pekalongan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pengadaan jasa outsourcing di pemerintah kabupaten. Tak lama kemudian, KPK menangkap Bupati Rejang Lebong terkait dugaan tindak pidana korupsi.

(wan/beritasatu)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Bupati dan Wabup Rejang Lebong Terjaring OTT Terkait Suap Proyek!
Soal OTT Wamenaker Noel Ebenezer, Ketua KPK: Masih Berproses
KPK Periksa Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut
Eks Sekda Sumut Jadi Saksi Kunci KPK Bidik Pemberi Perintah pada Topan Ginting
KPK Terus Dalami Dugaan Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Proyek Jalan di Sumut
Panggil Bobby di Kasus OTT Kadis PUPR Sumut? Ini Kata Ketua KPK
komentar
beritaTerbaru