Warga Langkat Gerah, MKD diminta Segera Sidangkan Dugaan KDRT Rudi Bangun
POSMETRO MEDANMajelis Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta untuk segera menindaklanjuti dan m
Politik satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tebing Tinggi- Sesosok mayat wanita ditemukan dalam indekos di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Kamis (12/3/2026) malam.
Usut punya usut, ternyata mahasiswi itu diketahui bernama Maria Agustina br Naibaho. Maria adalah anak dari tokoh penting di Tebing Tinggi.
Ayah Agustina adalah Mangatur Naibaho, Anggota DPRD Tebing Tinggi Periode 2024-2029 dan juga Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Tebing Tinggi.
Baca Juga:
Saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (13/3/2026) siang, Mangatur Naibaho membenarkan yang bersangkutan adalah putrinya. "Iya, benar, bang (putri) saya," singkat Mangatur.
Maria sendiri disebut-sebut sebagai mahasiswi Semester VIII di Universitas Negeri Medan. Ia tinggal di Indekos milik keluarga Sinaga.
Baca Juga:
Informasi teranyar, Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyebut bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga menceritakan keluhan mengalami sakit.
Lebih lanjut, Kompol Ras Maju Tarigan menjelaskan mengenai kondisi fisik korban dibagian perut membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.
Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, Maria Agustina Naibaho mengalami gejala sakit demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar dan meninggal dunia. Hingga kini, orang tua korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Maria diperkirakan sudah meninggal selama 4 hari di dalam kamar kost. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun yang mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB.
Karena tidak adanya sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian menyuruh kedua temannya untuk mendobrak pintu kamar korban.
Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan korban sudah meninggal dunia dan tercium bau busuk dari kamar korban.
Kemudian Sanggam dan temannya kemudian memanggil ibu kost dan melaporkan kepada pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung.
Temuan ini membuat ratusan warga memadati lokasi kejadian. Salah seorang warga sekitar yang minta identitasnya disembunyikan, mengatakan mayat wanita tersebut merupakan seorang mahasiswi. Namun, ia tidak mengetahui korban kuliah dimana.
"Ada mayat perempuan telanjang di dalam kos sini. Enggak tahu ini meninggalnya dibunuh atau bunuh diri. Tadi pas didobrak pintu kosnya badannya sudah bengkak," ujarnya.
Warga lainnya mengatakan, mayat tersebut sudah dibawa polisi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Sudah dibawa mayatnya. Enggak tahu ini korban pembunuhan atau bunuh diri," katanya.
Pantauan di lokasi, indekos yang menjadi lokasi tewasnya wanita tersebut belum dipasang garis polisi. Sejumlah pria diduga penghuni indekos masih terlihat mondar mandir keluar-masuk indekos.
Warga sekitar lainnya, Sinaga membenarkan adanya sosok wanita ditemukan meninggal dunia di dalam indekos. Namun, ia tak mengetahui secara detail kronologi kematiannya.
"Iya, benar. Saya warga sini. Tadi saya lagi istirahat, terus dipanggil-panggil ada mayat katanya. Saya langsung keluar rumah dan melihat di sini sudah mulai ramai. Saya enggak tahu meninggalnya karena apa," ucapnya.
Dia mengatakan, mayat wanita tersebut sudah dibawa polisi ke rumah sakit, tetapi ia tidak mengetahui dibawa ke rumah sakit mana.
"Tadi ada polisi, mayatnya sudah dibawa pakai ambulans. Saya enggak tahu korban ini kesehariannya bagaimana," tuturnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, Iptu Parulian Sitanggang, membenarkan adanya sosok wanita ditemukan meninggal dunia di dalam indekos di Jalan Rela tersebut.
Parulian mengatakan mayat tersebut sudah dibawa ke rumah sakit. Namun, saat ditanya mengenai dilarikan ke rumah sakit mana dan atas keperluan apa, ia belum memberikan keterangan apa-apa.
"Sudah dibawa mayatnya," kata Parulian dihubungi via telepon, Jumat (13/3/2026) dini hari.(Tribun/Mistar)
POSMETRO MEDANMajelis Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta untuk segera menindaklanjuti dan m
Politik satu jam lalu
Sosok Citra Korban Kecelakaan Kereta, Anak Bungsu Merantau Kuliah ke Jakarta.
Peristiwa 2 jam lalu
Bawa 5 Kg Sabu dari Malaysia, Warga Jatim Ditangkap di Asahan.
Sumut 3 jam lalu
Polres Binjai Rilis Ungkap Kasus JanuariApril 2026.
Kriminal 3 jam lalu
LBH Keadilan Setara Hadir, Wali Kota Tanjungbalai Dukung Perluasan Bantuan Hukum Gratis.
Sumut 3 jam lalu
Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara&ndashNegeri Lama&ndashTajung Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini,
Sumut 3 jam lalu
JudulPelaku Penganiayaan Tewaskan Remaja di Belawan Ditangkap Kurang dari 4 Jam, Satu Orang Masih Diburu.
Peristiwa 4 jam lalu
Nilai tukar Rupiah Rabu, 29 April 2026 pagi kembali dilaporkan melemah.
Bisnis 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanaka
Sumut 4 jam lalu
Kecelakaan beruntun antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Peristiwa 4 jam lalu