Bupati Minta PPTSB Terus Berkontribusi bagi Kemajuan Deli Serdang
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strateg
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu — Aroma skandal dugaan korupsi Dana Hibah Pramuka Tahun Anggaran 2022 hingga 2024 kian memanas. Perkembangan terbaru menyebutkan, proses penanganan kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu kini telah mencapai progres sekitar 95 persen.
Kejaksaan Negeri Labuhanbatu memaparkan perkembangan penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pramuka dalam konferensi pers di Kantor Kejari Labuhanbatu. Selasa, (07/04/2026).
Plh Kajari Labuhanbatu, Deby Rinaldi, S.H., M.H., yang juga selaku Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, bersama Kepala Seksi Intelijen Memed Rahmad Sugama, S.H., dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Sabri Fitriansyah Marbun, S.H.
Baca Juga:
Dalam keterangannya, pihak Kejaksaan menjelaskan bahwa penyidikan kasus hibah Kwartir Cabang Gerakan Pramuka tahun anggaran 2022 hingga 2024 sudah dimulai sejak 2 Januari 2026.
Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi. Total ada sekitar 85 orang yang dipanggil, mulai dari pihak vendor, pengurus, hingga unsur pemerintah daerah."Sebagian besar saksi sudah hadir dan memberikan keterangan," ujar Deby.
Proses pemeriksaan sendiri berjalan sekitar 45 hari kerja efektif hingga awal April. Dalam kurun waktu itu, tim penyidik terus mengumpulkan bukti untuk memperjelas perkara.
Dari hasil sementara, penyidik menemukan indikasi kerugian negara."Potensinya diperkirakan sekitar Rp 1 miliar. Tapi ini masih sementara, belum final," jelasnya.
Ia menegaskan, angka pasti masih menunggu hasil audit dari lembaga berwenang.Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, penyidik mulai membuka dugaan modus yang digunakan.Salah satunya terkait penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukan.
"Ada kegiatan yang sebenarnya tidak menggunakan dana hibah, tapi dibuat seolah-olah menggunakan dana hibah," ungkapnya.
Selain itu, ditemukan juga dugaan rekayasa laporan."Misalnya laporan konsumsi. Di atas kertas jumlahnya besar, tapi realisasinya tidak sesuai," katanya.
Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan indikasi pemotongan hak peserta."Ada honor atau uang transport yang tidak dibayarkan penuh. Bahkan ada dugaan tanda tangan yang tidak sesuai," tegasnya.
Dari data yang disampaikan, total dana hibah selama tiga tahun mencapai Rp3,75 miliar.
"Tahun 2022 sekitar Rp1,55 miliar, 2023 Rp1 miliar, dan 2024 Rp1,2 miliar," terangnya.
Saat ini, progres penyidikan disebut sudah hampir rampung."Sekitar 95 persen. Tinggal menunggu proses lanjutan," tandasnya.
Kejari menegaskan tidak terburu-buru menetapkan tersangka.Mereka memilih fokus lebih dulu pada perhitungan kerugian negara."Kami hitung dulu kerugian negaranya. Setelah itu baru dilihat siapa yang bertanggung jawab.Kami tidak ingin menetapkan tersangka tanpa dasar yang kuat," tambahnya.
Menjawab pertanyaan wartawan, penyidik membantah jika proses ini berjalan lambat.Menurut mereka, waktu penyidikan masih dalam batas wajar.
"Kalau dihitung hari kerja, ini tidak lama. Karena ada libur nasional dan cuti bersama.Ia memastikan pemeriksaan berjalan terus tanpa jeda.

Kejari Labuhanbatu memastikan proses penyidikan dilakukan secara hati-hati dan transparan. Mereka juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil akhir."Kami pastikan proses ini berjalan sesuai aturan dan bisa dipertanggungjawabkan," tutupnya.
Kasus ini sendiri menjadi sorotan publik lantaran dana hibah yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pembinaan generasi muda melalui Pramuka, diduga disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan pribadi.
Kepercayaan publik dipertaruhkan, mengingat dana hibah berasal dari uang negara yang seharusnya memberi manfaat luas.
Sejumlah aktivis juga mulai angkat suara, meminta agar penegak hukum tidak tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Siapa pun yang terbukti terlibat, diminta untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (KY)
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strateg
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Guna mencegah terjadinya kriminalitas serta kejahatan jalanan seperti balap liar dan begal pihak Polres Binjai me
Kriminal 3 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Pemerintah Kota Binjai mengambil langkah tegas dalam menata ruang publik dengan melakukan penertiban dan pembongkar
Sumut 3 jam lalu
LUBUK PAKAM Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam membuka ruang kolab
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Aroma skandal dugaan korupsi Dana Hibah Pramuka Tahun Anggaran 2022 hingga 2024 kian memanas. Perkembangan t
Peristiwa 4 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Walikota Medan Rico Waas hadiri acara Halal Bihalal IKAPTK Kota Medan Tahun 2026 berlangganan akrabYang diadakan di
Medan 4 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya untuk menata kabel udara yang semrawut menjadi kabe
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan menjadi kunci penting dalam memperkuat pembangunan sosial di Kot
Medan 10 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemko Medan mendukung penuh digelarnya perayaan Paskah Pemko Medan. Bahkan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat provinsi Sumatera Utara mengunjungi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utar
Medan 13 jam lalu