BNN Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja Jaringan Aceh-Medan, 2 Pelaku Diangkap
BNN Sumut menggagalkan peredaran 92 Kg ganja jaringan AcehMedan, 2 pelaku diangkap
Peristiwa 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta- Terungkap fakta lain di balik peristiwa nahas kecelakaan beruntun antara KRL Commuter Line lintas Jakarta - Cikarang dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) kemarin.
Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan, sedikitnya tujuh korban berulang tahun pada hari kejadian. Dilihat pada daftar nama-nama korban kecelakaan, diketahui bahwa terdapat tujuh orang yang lahir pada 27 April.
Di antara korban yang di maksud seperti Rudi Saputra (L) 27 April 1996, Yulinaa (P) 27 April 1996, dan Hari Septiansyah (L) 27 April 1996.
Baca Juga:
Lalu ada Muchlis (L) 27 April 1996, Stevani Sofia (P) 27 April 2004, M Anwar (L) 27 April 1996, dan Rivan (L) 27 April 1994.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam diduga bermula dari taksi listrik Green SM yang mogok.
Baca Juga:
Taksi tersebut mogok di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, sehingga tertabrak KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta.
Sesaat sebelum taksi listrik tak berpenumpang tersebut tertabrak, sang sopir telah terlebih dulu menyelamatkan diri.
Foto pria menggunakan seragam hijau tersebar luas di media sosial. Ia tampak duduk di samping rel sedang menelepon sembari memegang rokok.
Pria yang diduga sopir taksi itu pun membuat pengakuan terkait penyebab mobilnya berada di tengah rel saat memberikan keterangan kepada polisi.
Menurutnya, mobil yang dikendarainya seketika mati atau tidak berfungsi ketika berada tepat di tengah rel lantaran terdapat sistem mengalami error.
"Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri," aku pria tersebut.
Pria tersebut juga mengaku mobil yang dikendarainya mati total.
"Ini ngunci langsung, jadi kita mau jalanin ininya gak bisa karena tadi pas posisi kereta lewat langsung 'tek' langsung gak bergerak. Jalan udah gak bisa. Jadi kayak gini nih pak," ujarnya ke polisi.
Seorang warga, Saman (55) yang ditemui di sekitar TKP juga memberi kesaksian hampir sama.
Ia mengatakan bahwa mobil taksi hijau tersebut saat itu melintas dari arah timur menuju barat melalui perlintasan Ampera. Namun, saat akan melintas atau berada di perlintasan rel, mobil tiba-tiba mogok mendadak.
Warga yang menjaga perlintasan kereta tersebut lalu meneriaki sopir taksi tersebut. Sebab ada kereta yang hendak lewat.
"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Tadi posisinya memang tidak kelihatan kereta. Penjaga ini teriak, 'sudah keluar, keluar'. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta, akhirnya menabrak," tutur Saman.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menjenguk langsung para korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, 28 April 2026.
Prabowo menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini, khususnya atas adanya korban jiwa.
"Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata Prabowo.
"Bagi para korban yang sedang dirawat, semoga segera diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan," sambungnya.
Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, KAI mencatat 14 penumpang meninggal dunia dan 84 korban lainnya mengalami luka-luka serta dirawat di rumah sakit.
Proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas KAI, Basarnas dan tenaga medis, dengan fokus pada penanganan korban secara hati-hati.
Penanganan medis diberikan di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Rumah Sakit Bella Bekasi, Rumah Sakit Primaya, Rumah Sakit Mitra Plumbon Cibitung, Rumah Sakit Bakti Kartini, Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur, Rumah Sakit Hermina, serta Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.(fajar)
BNN Sumut menggagalkan peredaran 92 Kg ganja jaringan AcehMedan, 2 pelaku diangkap
Peristiwa 10 menit lalu
Kapolres Langkat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Besitang Pastikan Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Sumut 14 menit lalu
Longsor di 2 Lokasi di Pematangsiantar, BPBD Bersama Pemerintah Kecamatan Evakuasi Korban
Peristiwa 25 menit lalu
Diduga Konvoi Pelajar Warnai Jalanan Stabat Langkat, Publik Minta Aparat Bertindak Demi Keselamatan Pengguna Jalan.
Peristiwa 28 menit lalu
Update Klasemen Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Kokoh di Puncak Grup A, Tinggal Selangkah ke Semifinal!
Sport 50 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Taput Ratusan pelajar memadati Gedung Serbaguna HKBP Pansur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Jum
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap Turnamen Catur SIWO PWISTOK
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera UtaraAceh, Dr. RE Nainggolan, MM, menyampaikan apresiasi
Sumut 3 jam lalu
Operasi Pekat Toba 2026 Satreskrim Polres Labusel Ringkus terduga pelaku Togel di Torgamba.
Peristiwa 5 jam lalu
Sinergi TNI, Polri dan instansi kehutanan memperkuat pengamanan hutan KHDTK Pondok Buluh
Sumut 6 jam lalu