POSMETRO MEDAN,Medan – Sabtu pagi (25/10/2025) di Jalan Diponegoro, seolah membawa napas panjang sejarah. Di Aula Raja Inal Siregar, gema selawat berpadu dengan semangat kebangsaan.
Peringatan Milad ke-120 Syarikat Islam (SI) bukan sekadar seremoni usia, melainkan momentum meneguhkan kembali semangat pergerakan umat yang tak pernah padam.
Di tengah barisan peserta berseragam rapi dan spanduk bertuliskan, "Kemandirian Ekonomi Umat", tampak Hendra Cipta, Ketua DPW Syarikat Islam Sumatera Utara sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, berdiri di barisan depan.
Baca Juga:
Ia hadir bukan hanya sebagai pejabat publik, melainkan sebagai penerus api perjuangan organisasi Islam tertua di Indonesia ini.
"Perjuangan Syarikat Islam sejak awal berdiri tak hanya tentang dakwah, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi," ujar Hendra dengan nada reflektif. "Kita ingin umat bukan sekadar menjadi penonton dalam pembangunan, tapi menjadi pelaku utama yang berdaya," katanya.
Baca Juga:
Ucapan Hendra sejenak membuat ruangan hening. Kalimatnya seperti mengetuk kesadaran lama bahwa ekonomi umat merupakan akar kekuatan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, turut hadir memberikan sambutan. Ia mengajak umat Islam memperkuat fondasi ekonomi sebagai syarat utama menuju kesejahteraan.
"Umat yang kuat adalah umat yang mandiri secara ekonomi," ujarnya, senada dengan pesan yang disampaikan Hendra Cipta.
Namun bagi Hendra, makna mandiri bukan sekadar slogan. Ia lahir dari perjalanan panjang, dari pesantren, ruang kuliah di Mesir, hingga ruang sidang DPRD Sumut, yang menempanya menjadi sosok yang meyakini bahwa kekuatan umat tak hanya di lidah yang berdoa, tapi di tangan yang bekerja.
"Selama 120 tahun, Syarikat Islam menjadi rumah gagasan bagi kaum pergerakan. Kini tugas kita adalah menjadikannya rumah karya ekonomi umat," ucapnya sambil menatap para kader muda di barisan belakang.
Ketua Panitia Milad, Hamdan Manurung, melaporkan bahwa selain acara seremonial, Syarikat Islam Sumut juga menyalurkan beasiswa hasil kerja sama dengan BAZNAS dan Pimpinan Pusat Syarikat Islam. Tahun lalu, sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut menerima manfaat program tersebut.
Bagi Hendra, kegiatan seperti itu bukan sekadar angka, melainkan langkah nyata menumbuhkan kesadaran baru bahwa pendidikan dan ekonomi adalah dua sisi dari perjuangan yang sama.
Menjelang penutupan, lantunan doa menggema dari podium. Hendra tersenyum, seolah teringat pesan para pendiri Syarikat Islam, "Bangsa yang besar lahir dari umat yang tak berhenti belajar dan bekerja."
Dan di ruangan sejuk nan hening itu, di antara cahaya lampu dan gema doa, semangat itu terasa masih hidup, menyala dari sosok Hendra Cipta, yang memilih berjuang lewat jalan sunyi, memperkuat ekonomi umat, satu langkah kecil setiap hari. (erni)
Tags
beritaTerkait
komentar