Kemerdekaan ke-81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan
Kemerdekaan ke81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan.
Inter-Nasional 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Riau—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025).
Dalam operasi senyap tersebut, penyidik KPK mengamankan 10 orang, termasuk sejumlah penyelenggara negara yang diduga terlibat dalam praktik suap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, sama seperti kasus di Sumut beberapa waktu lalu.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan OTT tersebut.
Baca Juga:
"Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK di wilayah Provinsi Riau. Saat ini tim masih berada di lapangan," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam (3/11/2025).
Menurutnya, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan awal di Riau sebelum dibawa ke Jakarta.
Baca Juga:
"Dari 10 orang tersebut, beberapa merupakan penyelenggara negara. Tim akan membawa mereka ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut, kemungkinan dijadwalkan besok," jelasnya.
Budi menambahkan, tim penindakan juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai, namun jumlahnya belum diungkapkan.
"Ada sejumlah uang yang diamankan, nanti akan kami update jumlah pastinya," tegasnya.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum terhadap para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Seiring merebaknya kabar bahwa Gubernur Riau, Abdul Wahid, turut diamankan dalam OTT tersebut, Pemerintah Provinsi Riau memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Infokom) Riau, Teza Darsa, menegaskan bahwa Gubernur tidak termasuk dalam pihak yang ditangkap.
"Informasi yang kami terima, Pak Gubernur hanya dimintai keterangan oleh penyidik KPK, bukan ditangkap," ujar Teza, Senin malam (3/11).
Ia menambahkan bahwa Pemprov Riau menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap mendukung penuh langkah KPK dalam memberantas korupsi.
"Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen membantu KPK dalam proses hukum ini. Kami memastikan seluruh jajaran kooperatif, termasuk dalam memberikan informasi yang dibutuhkan penyidik," kata Teza menegaskan.
Kabar OTT tersebut juga menarik perhatian pendakwah asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS), yang turut memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak termakan isu yang belum terverifikasi.
"Berita yang betul itu, Kadis PUPR dan KUPT yang kena OTT. Gubernur Riau hanya dimintai keterangan. Itu yang benar," ujar UAS.
UAS mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum pasti kebenarannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Hingga Senin malam, aktivitas penyidik KPK masih berlangsung di Mapolda Riau. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 20.24 WIB, tiga unit mobil yang diduga milik KPK tampak terparkir di depan Gedung Tahti Polda Riau. Lampu gedung masih menyala terang, dan sejumlah personel kepolisian berjaga di lokasi.
Salah seorang petugas kepolisian menyebutkan bahwa tim KPK telah berada di Polda Riau sejak sore hari dan langsung melakukan proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan.
Rencananya, para pihak yang ditangkap akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa (4/11/2025) untuk pemeriksaan lanjutan.(fajar)
Administrator C
Kemerdekaan ke81 Harus Jadi Momentum Benahi Pengelolaan Pendidikan.
Inter-Nasional 5 menit lalu
Jaga Tanaman Tetap Subur, Babinsa Dampingi Petani Bersihkan Gulma di Kebun Jahe.
Bisnis 23 menit lalu
POSMETRO MEDAN,BATAM Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (
Medan satu jam lalu
PKBM Bumi Literasi Tuan Rumah Digitalisasi Pembelajaran SPNF Deli Serdang.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,NIAS BARAT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (U
Sumut 2 jam lalu
Prabowo Pangkas Bunga Cicilan Motor Listrik, DP Bakal Nol Yang Masih Pakai Motor Bensin Rasain Sendiri
Global 3 jam lalu
Buktikan Potensi "Hidden Gem", LLDikti I Gelar Perlombaan Mahasiswa Inklusi Rayakan Hari Kemerdekaan RI.
Medan 4 jam lalu
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda.
Sumut 4 jam lalu
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 10 jam lalu
Sinergi Polsek Bosar Maligas Dan Jahtanras Polres Simalungun Berbuah Manis Pencuri Ternak Lembu Yang Beraksi Dua Kali Berhasil Diringkus.
Peristiwa 11 jam lalu