Kisruh Tender Jalan Nias Utara : Panitia & PT ARB Saling Sanggah Soal Jawaban Sanggah
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengungkap jumlah uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan sejumlah pihak lainnya.
Dari hasil operasi tersebut, tim KPK menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar dalam berbagai mata uang, termasuk rupiah, dolar AS, dan poundsterling.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pengamanan uang tersebut.
Baca Juga:
"Selain mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah, dolar AS, dan poundsterling. Jika dirupiahkan, nilainya lebih dari Rp1 miliar," ujar Budi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Menurut Budi, keberadaan uang dalam berbagai mata uang menunjukkan adanya kompleksitas transaksi keuangan yang diduga berkaitan dengan praktik suap atau gratifikasi proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Baca Juga:
Saat ini, penyidik masih mendalami aliran dana dan keterkaitan uang tersebut dengan pihak-pihak yang ditangkap.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di Pekanbaru pada Senin (3/11/2025) dan mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Muhammad Arif Setiawan, serta beberapa orang lainnya.
Usai diamankan, Abdul Wahid dibawa ke Jakarta oleh tim KPK menggunakan maskapai Citilink dengan jadwal penerbangan sekitar pukul 06.10 WIB.
Informasi mengenai penangkapan tersebut mulai meluas setelah beredar foto yang memperlihatkan Wahid di sebuah bandara, mengenakan kaos putih dan masker, dalam pengawalan ketat aparat dan penyidik KPK.
Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.35 WIB untuk menjalani pemeriksaan intensif. Lembaga antirasuah tersebut kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Gubernur Riau dan para pihak lain yang ikut diamankan.
Meski belum ada pernyataan resmi terkait pasal yang akan disangkakan, kasus ini diduga kuat berkaitan dengan pengaturan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Riau.
"KPK masih mendalami asal-usul dan peruntukan uang yang disita, serta peran masing-masing pihak dalam perkara ini," tutur Budi menegaskan.
KPK berjanji akan segera mengumumkan hasil pemeriksaan dan status hukum para pihak setelah seluruh proses klarifikasi dan penyelidikan awal selesai dilakukan.(REZ/Fajar)
POSMETRO MEDANRibut tender kerja peningkatan mutu infrastruktur Kabupaten Nias Utara yang dimenangkan perusahaan penawar harga tertinggi, h
Sumut 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menggelar Lomba Cipta Lagu Musisi Jalanan di Aula
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Rumah Zakat imeresmikan masjid yang telah dibangun di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapan
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Achiruddin Hasibuan membantah melakukan pemukulan terhadap warga bernama Fauzi di Jalan Guru Sinumba, Medan Helvetia
Peristiwa 10 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kesempatan kerja bagi masyarakat terus menjadi perhatian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Melalui berbagai
Medan 10 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, mendampingi Wali
Medan 10 jam lalu
Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M. adalah seorang tokoh masyarakat, pengusaha, dan politisi senior asal Sumatera Utara .
Profil 13 jam lalu
Polres Labuhanbatu mengamankan seoramg pria terduga pemgedar sabu.
Kriminal 14 jam lalu
Pencuri peralatan kerja di Homestay Gastro berakhir damai, korban sepakat cabut tuntutan.
Sumut 14 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi mendorong Business Matching SPPG dan pelaku usaha jadi wadah koordinasi.
Sumut 15 jam lalu