Sabtu, 28 Maret 2026

Dinamika Beringin Sumut: Saat Jamil Menjaga Marwah di Antara Dua Arus

Oleh: Sirajuddin Gayo (Kader KOSGORO 57 Sumatera Utara)
Faliruddin Lubis - Senin, 19 Januari 2026 19:30 WIB
Dinamika Beringin Sumut: Saat Jamil Menjaga Marwah di Antara Dua Arus
IST
Sirajuddin Gayo (Kader KOSGORO 57 Sumatera Utara)

POSMETRO MEDAN, Medan- Di panggung politik yang kerap kali bising oleh ambisi pribadi dan deru perebutan takhta, sebuah oase kesejukan berhembus dari pesisir barat, Sibolga.

Jamil Zeb Tumori, Ketua DPD Golkar Sibolga yang semula lantang menyalakan suar untuk bertarung dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sumatera Utara, mengambil langkah tak terduga.

Sebuah manuver yang bukan didasari rasa gentar, melainkan sebuah "langkah kuda"—mundur satu tapak untuk melompat lebih jauh demi keutuhan partai.

Baca Juga:

Dalam momen yang sarat kedewasaan politik, Jamil menarik pencalonannya. Namun, esensi peristiwanya bukan pada "berhentinya sang petarung", melainkan pada kemana arah telunjuknya kini berlabuh di tengah pusaran kontestasi yang kian memanas.

Menjahit Persatuan, Menghormati Kekuatan

Baca Juga:

Jamil dengan lugas mengarahkan dukungannya kepada Andar. Namun, sikap ini perlu dibaca dengan kacamata yang jernih. Dukungan ini bukan bentuk negasi terhadap kandidat lain, terutama sosok Hendri Sitorus, figur sentral yang kita tahu memiliki kapasitas mumpuni dan dukungan solid dari struktur penguasa partai.

Kita bangga dan Hormat pada Bang Hendrik Sitorus , Anak muda yang tangguh dan Hebat …!

Hendri Sitorus adalah realitas kekuatan yang tak terbantahkan, representasi dari stabilitas dan restu elite yang juga dibutuhkan untuk membesarkan partai.

Kehadirannya menjadikan kontestasi ini sebagai laga para raksasa yang sehat.

Golkar: Pohon Besar yang Berakar Kuat

Di balik dukungannya, terselip pesan ideologis yang jauh lebih mendalam: Kemandirian.

Sikap Jamil adalah proklamasi santun namun tegas bahwa Partai Golkar bukanlah entitas yang rapuh. Langkahnya menegaskan bahwa Partai Beringin ini memiliki akarnya sendiri yang menghunjam kuat ke bumi Sumatera Utara.

Baik Andar maupun Hendri Sitorus adalah aset terbaik partai. Namun, Jamil mengingatkan bahwa cara kita memilih pemimpin haruslah lahir dari dialektika akal sehat dan suara hati kader, bukan sekadar instruksi sepihak yang mematikan nalar kritis. Dukungan ke Andar adalah simbol bahwa arus bawah masih memiliki detak jantungnya sendiri.

Dalam bincang ngopi selepas rapat pleno KOSGORO kemarin, saya sempat mendengar Bang Jamil menyampaikan bahwa Hendri Sitorus adalah kader terbaik yang dibutuhkan Golkar pada masa yang akan datang, kita wajib menjaganya. Hendri Sitorus aset penting Partai Golkar.

Saya yakin ucapan beliau tentang Hendri Sitorus bukan sedang menghumbang ala politisi, ada ketulusan dalam nada bicaranya, karena yang duduk bersama dia juga hanya kami dari kalangan figuran Partai.

Sang Penantang Air Bah

Saya dan Bang Jamil bernaung di satu rumah besar ormas pendiri Golkar yang sama, KOSGORO 57 Sumut.

Teramat sering saya menyaksikan langsung bagaimana Bang Jamil mempertontonkan sikap kritisnya di ruang-ruang rapat partai yang hening.

Ketika sebagian besar peserta rapat memilih "tiarap" dan mengaminkan titah ketua demi keamanan posisi, Jamil kerap kali menjadi satu-satunya suara yang berteriak lantang. Ia berani menyatakan pendapat yang melawan arus, bahkan ketika arus itu adalah air bah yang membawa kayu gelondongan.

Di tengah situasi KOSGORO Sumut yang kini juga mengalami "musim Plt Ketua"—sebuah fenomena yang sebelumnya melanda Golkar Sumut—Bang Jamil tetap hadir.

Kehadirannya di rapat pleno KOSGORO pimpinan Plt Ketua menunjukkan kedewasaan luar biasa: ia menghormati institusi, meski mungkin batinnya bergolak melihat dinamika yang menimpa ketua definitif sebelumnya, yang merupakan kawan dekat beliau yang direkat oleh semangat idealisme yang sama sama kuat.

Sikap Bang Jamil, saya rasa, selaras dengan semangat saya dan mungkin sebagian pengurus KOSGORO Sumut lainnya.

Bahwa KOSGORO tidak boleh hanyut terbawa arus ke laut lepas tanpa tujuan.

KOSGORO harus tetap tegak, tegar, dan berkontribusi besar di tengah pergulatan Pra-Musda Partai Golkar Sumut.

Siapapun nanti yang terpilih, entah itu Andar dengan visi persatuannya atau Hendri Sitorus dengan kekuatan strukturalnya, Jamil telah mengajarkan kita satu hal: Kemenangan sejati adalah ketika kita berani bersikap jujur di tengah tekanan.

KOSGORO PEJUANG.... Teruslah berjuang, Bangnda Jamil! (*)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang
Silaturahmi Ke Kanwil DJP Sumut I, Zakiyuddin Harahap Sinergi Tingkatkan Penerimaan Pajak Untuk Pembangunan
Kapolda Sumut Tinjau Langsung Operasi Ketupat Toba 2026 di Berastagi
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Sapa Warga di Berastagi, Ciptakan Kehangatan di Tengah Pengamanan Lebaran
Kejati Sumut Masukkan Mantan Kepala KSOP Belawan ke Rutan Tanjung Gusta
Polda Sumut Bongkar Judi Online Jaringan Kamboja
komentar
beritaTerbaru