Apel Rutin Dinas SDABMBK Kota Medan, Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja Dan Utamakan Keselamatan Kerja
Apel Rutin Dinas SDABMBK Kota Medan, Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja Dan Utamakan Keselamatan Kerja.
Medan 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan -i Dijantung Kota Medan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara, (Sumut) suara masa depan Asia Tenggara bergema pelan namun pasti, tanya-jawab penuh semangat dari 164 pelajar Sekolah Menengah Islam (SMI) Malaysia yang duduk rapi, menyimak pelajaran tentang kepemimpinan dari rumah demokrasi Indonesia, Kamis ( 29/1/2026).
Baca Juga:
Hari itu, Indonesia bukan hanya tuan rumah. Indonesia menjadi guru.
Di hadapan para pelajar, Dr. H. Harianto, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, berdiri memberi edukasi tentang bagaimana lembaga legislatif bekerja dan mengapa kepedulian kepada masyarakat adalah inti dari kepemimpinan.
Baca Juga:
"Anak-anak ini baru lulus sekolah dan akan masuk jenjang kuliah. Kalau istilah anak Medan, ini masa healing mereka jalan-jalan sambil mencari pengalaman," ujar Harianto.
"Salah satu pengalaman penting adalah memahami bagaimana DPRD Sumut bekerja dan bagaimana wakil rakyat harus peduli pada masyarakat. Itu bisa jadi bekal sukses mereka ke depan, terutama bagi yang bercita-cita menjadi pemimpin."
Indonesia sebagai Laboratorium Kepemimpinan
Kunjungan ini merupakan bagian dari program studi banding tahunan pelajar sekolah swasta Islam dari Malaysia ke Indonesia. Selama 10 hari, mereka belajar langsung tentang nilai demokrasi, kepemimpinan sosial, dan integritas, melainkan dari praktik kehidupan masyarakat Indonesia.
Materi yang diberikan Harianto menekankan pentingnya istiqomah dalam kebaikan, kepedulian sosial, dan keaktifan di tengah masyarakat.
Nilai-nilai inilah yang menurutnya akan membentuk pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati nurani.
Para pelajar yang hadir berasal dari beberapa jaringan sekolah swasta Islam terbesar di Malaysia. Mereka didampingi tiga guru pembimbing dan enam fasilitator, dengan latar belakang pendidikan sains dan syariah.
Banyak di antara mereka juga merupakan penghafal Al-Qur'an (al-hafiz).
Mengapa Indonesia?
Pertanyaan itu terjawab dari pengakuan langsung rombongan Malaysia.
"Bapak Ustadz Harianto adalah pemimpin wakil rakyat yang punya kompetensi bagus," ujar Mohd Hafiz bin HBD Hamid, sekretaris jenderal rombongan.
"Pelatihan ini membekali anak-anak SMA/SMI yang baru lulus untuk menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi masyarakat.
Di Malaysia, ini juga kami sebut bagian dari dakwah."
Menurutnya, Indonesia dipilih bukan sekadar karena kedekatan geografis, tetapi karena kekayaan pengalaman sosial dan budayanya.
"Kami datang setiap tahun. Indonesia punya banyak tempat menarik untuk outbound dan pembinaan karakter. Kami sudah mendaki di Sibolangit, berkemah di sana, dan berkunjung ke wisata Pariban. Semua biaya perjalanan kami tanggung sendiri. Yang kami cari adalah nilai kebaikan, integritas, dan keikhlasan dalam bekerja. Pemimpin itu tujuannya membuat perubahan yang baik," tuturnya.
Pelajaran tentang Kekuasaan
Guru pembimbing dari Kelantan, Rushaida Mohammad, menilai sesi di DPRD Sumut sebagai momen paling bermakna dalam perjalanan mereka.
"Yang paling penting adalah membekali diri dengan kekuatan nilai. Kalau kekuasaan tidak diisi dengan kebaikan, maka akan diisi oleh yang lain," katanya.
Kalimat itu menggema seperti peringatan lembut bahwa kepemimpinan tanpa moral hanyalah kehampaan.
Diplomasi yang Tumbuh dari Pendidikan
Kunjungan ini bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi rakyat antara Indonesia dan Malaysia. Di ruang yang biasanya menjadi arena perdebatan politik lokal, hari itu lahir percakapan lintas negara tentang masa depan kepemimpinan Asia Tenggara.
Indonesia, melalui institusinya, menunjukkan wajahnya sebagai bangsa yang terbuka berbagi pengalaman demokrasi, nilai sosial, dan tradisi gotong royong kepada generasi muda negeri jiran.
Di akhir sesi, para pelajar berfoto di kursi-kursi wakil rakyat Sumatera Utara. Wajah mereka menyimpan mimpi.
Mungkin kelak mereka akan menjadi pemimpin di Malaysia. Dan ketika hari itu tiba, ada sepotong pelajaran dari Medan yang akan mereka ingat,
Bahwa Indonesia pernah menjadi tempat mereka belajar tentang arti kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.(erni)
Apel Rutin Dinas SDABMBK Kota Medan, Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja Dan Utamakan Keselamatan Kerja.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang melibatkan mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah, terus
Kriminal 4 jam lalu
Skuad Garuda mengawali perjalanan dengan manis di FIFA Series 2026 hingga sukses melesat ke final. Di partai puncak, pasukan John Herdman ak
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menggelar Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M us
Medan 7 jam lalu
Silalahi Raja Sektor Medan Kota menggelar syukuran perayaan HUT ke 36 di MJ Kafe Medan.
Medan 8 jam lalu
Kata Warga soal Sosok Pria yang Tewas dalam Freezer di Bekasi.
Peristiwa 8 jam lalu
POSMETRO MEDANSemangat pengabdian dan jiwa korsa mulai ditempa sejak langkah pertama. Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan Upaca
Sumut 9 jam lalu
Crash, Buat Veda Ega Pratama Gagal Finish di Moto3 Amerika Serikat.
Sport 9 jam lalu
Marco Bezzecchi Kuasai Klasemen Usai Menang di Austin, Persaingan Ketat Aprilia Racing.
Sport 10 jam lalu
Nilai tukar Rupiah Senin, 30 Maret 2026 pagi jadi Rp16.981 per Dolar AS melemah 1 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Bisnis 10 jam lalu