Senin, 30 Maret 2026
Bukan Liburan Biasa

164 Pelajar Malaysia ‘Digembleng’ di DPRD Sumut, Belajar Politik Berhati Rakyat

Evi Tanjung - Kamis, 29 Januari 2026 20:26 WIB
164 Pelajar Malaysia ‘Digembleng’ di DPRD Sumut, Belajar Politik Berhati Rakyat
Erni
Pelajar Malaysia belajar politik di DPRD Sumut

POSMETROMEDAN, Medan -i Dijantung Kota Medan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara, (Sumut) suara masa depan Asia Tenggara bergema pelan namun pasti, tanya-jawab penuh semangat dari 164 pelajar Sekolah Menengah Islam (SMI) Malaysia yang duduk rapi, menyimak pelajaran tentang kepemimpinan dari rumah demokrasi Indonesia, Kamis ( 29/1/2026).

Baca Juga:

Hari itu, Indonesia bukan hanya tuan rumah. Indonesia menjadi guru.

Di hadapan para pelajar, Dr. H. Harianto, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, berdiri memberi edukasi tentang bagaimana lembaga legislatif bekerja dan mengapa kepedulian kepada masyarakat adalah inti dari kepemimpinan.

Baca Juga:

"Anak-anak ini baru lulus sekolah dan akan masuk jenjang kuliah. Kalau istilah anak Medan, ini masa healing mereka jalan-jalan sambil mencari pengalaman," ujar Harianto.

"Salah satu pengalaman penting adalah memahami bagaimana DPRD Sumut bekerja dan bagaimana wakil rakyat harus peduli pada masyarakat. Itu bisa jadi bekal sukses mereka ke depan, terutama bagi yang bercita-cita menjadi pemimpin."

Indonesia sebagai Laboratorium Kepemimpinan

Kunjungan ini merupakan bagian dari program studi banding tahunan pelajar sekolah swasta Islam dari Malaysia ke Indonesia. Selama 10 hari, mereka belajar langsung tentang nilai demokrasi, kepemimpinan sosial, dan integritas, melainkan dari praktik kehidupan masyarakat Indonesia.

Materi yang diberikan Harianto menekankan pentingnya istiqomah dalam kebaikan, kepedulian sosial, dan keaktifan di tengah masyarakat.

Nilai-nilai inilah yang menurutnya akan membentuk pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati nurani.

Para pelajar yang hadir berasal dari beberapa jaringan sekolah swasta Islam terbesar di Malaysia. Mereka didampingi tiga guru pembimbing dan enam fasilitator, dengan latar belakang pendidikan sains dan syariah.

Banyak di antara mereka juga merupakan penghafal Al-Qur'an (al-hafiz).

Mengapa Indonesia?

Pertanyaan itu terjawab dari pengakuan langsung rombongan Malaysia.

"Bapak Ustadz Harianto adalah pemimpin wakil rakyat yang punya kompetensi bagus," ujar Mohd Hafiz bin HBD Hamid, sekretaris jenderal rombongan.

"Pelatihan ini membekali anak-anak SMA/SMI yang baru lulus untuk menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi masyarakat.

Di Malaysia, ini juga kami sebut bagian dari dakwah."

Menurutnya, Indonesia dipilih bukan sekadar karena kedekatan geografis, tetapi karena kekayaan pengalaman sosial dan budayanya.

"Kami datang setiap tahun. Indonesia punya banyak tempat menarik untuk outbound dan pembinaan karakter. Kami sudah mendaki di Sibolangit, berkemah di sana, dan berkunjung ke wisata Pariban. Semua biaya perjalanan kami tanggung sendiri. Yang kami cari adalah nilai kebaikan, integritas, dan keikhlasan dalam bekerja. Pemimpin itu tujuannya membuat perubahan yang baik," tuturnya.

Pelajaran tentang Kekuasaan

Guru pembimbing dari Kelantan, Rushaida Mohammad, menilai sesi di DPRD Sumut sebagai momen paling bermakna dalam perjalanan mereka.

"Yang paling penting adalah membekali diri dengan kekuatan nilai. Kalau kekuasaan tidak diisi dengan kebaikan, maka akan diisi oleh yang lain," katanya.

Kalimat itu menggema seperti peringatan lembut bahwa kepemimpinan tanpa moral hanyalah kehampaan.

Diplomasi yang Tumbuh dari Pendidikan

Kunjungan ini bukan sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi rakyat antara Indonesia dan Malaysia. Di ruang yang biasanya menjadi arena perdebatan politik lokal, hari itu lahir percakapan lintas negara tentang masa depan kepemimpinan Asia Tenggara.

Indonesia, melalui institusinya, menunjukkan wajahnya sebagai bangsa yang terbuka berbagi pengalaman demokrasi, nilai sosial, dan tradisi gotong royong kepada generasi muda negeri jiran.

Di akhir sesi, para pelajar berfoto di kursi-kursi wakil rakyat Sumatera Utara. Wajah mereka menyimpan mimpi.

Mungkin kelak mereka akan menjadi pemimpin di Malaysia. Dan ketika hari itu tiba, ada sepotong pelajaran dari Medan yang akan mereka ingat,

Bahwa Indonesia pernah menjadi tempat mereka belajar tentang arti kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.(erni)

Tags
beritaTerkait
Apel Rutin Dinas SDABMBK Kota Medan, Pegawai Diminta Tingkatkan Kinerja Dan Utamakan Keselamatan Kerja
Mantan Kepala Kas BNI Aek Nabara Sempat Kabur ke Australia, Akhirnya Tertangkap Polisi
Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026 Kick Off Jam Berapa?
Halal Bihalal Idul Fitri di Kanwil Kemenag Sumut, Sederhana Tapi Keren
Silalahi Raja Sektor Medan Kota Gelar Ultah ke 36, dari LPJ Hingga Pilih Pengurus Baru, Nih Daftarnya
Sadis! Karyawan Ayam Geprek Dihabisi dan Dimutilasi 2 Rekannya, Mayatnya Dimasukkan Freezer
komentar
beritaTerbaru