Keluarga Hingga Rekan Hadiri Pemakaman Jenazah Diding Boneng
Keluarga Hingga Rekan Hadiri Pemakaman Jenazah Diding Boneng.
Peristiwa 15 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Memang takdir atau garis nasib seseorang tidak ada yang tahu. Tapi bagi Rosita Aruan Orchid Baptiste, kerja keras dan air mata jadi pupuk bagi kesuksesannya.
Siapa sangka, sosok perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) di Angkatan DaratAmerika Serikat (US Army) ini mengawali perjuangannya di Negeri Paman Sam dari titik yang paling rendah. Wow!
Gelar Sarjana Hukum yang "Tak Laku"
Baca Juga:
Sebelum meniti karier militer, Rosita sosok intelektual kebanggaan keluarga di Medan.
Baca Juga:
Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) yang sempat berkarier sebagai wartawan ekonomi di Jakarta.
Namun, saat memutuskan hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 2000, realita pahit harus ia telan. Gelar sarjananya seolah tak berguna di sana.
Titik Terendah: Menangis di Toilet Restoran
Demi menyambung hidup, --seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @R anggi teamsniper yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Senin 3 Agustus 2026-- sang "Boru Batak" ini rela bekerja sebagai kasir dan petugas kebersihan di restoran cepat saji dengan upah hanya beberapa dolar per jam.
Ada satu momen haru yang tak pernah ia lupakan: momen saat ia harus membersihkan toilet restoran.
"Saya menangis saat pertama kali harus membersihkan WC. Saya telepon Mama di Jakarta, tidak terbayang harus begini di Amerika. Tapi itu yang membentuk mental saya," kenangnya. Namun, bukannya menyerah, Rosita justru menjadikan hinaan dan kesulitan itu sebagai bahan bakar untuk bangkit.
Melawan Keterbatasan Fisik
Meski hanya memiliki tinggi badan 149 sentimeter—jauh di bawah rata-rata tentara Amerika—Rosita nekat mendaftar militer atas dukungan suaminya. Walau sempat gagal di ujian pertama, ia tidak mundur. Ia belajar lebih keras hingga akhirnya berhasil lolos dan membuktikan bahwa nyali "Boru Batak" tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Selamat dari Maut di Irak
Kariernya kian gemilang meski harus bertaruh nyawa. Selama 11 tahun lebih, ia telah mencicipi kerasnya medan perang di Irak dan Kuwait.
Sebuah keajaiban bahkan pernah menyelamatkannya saat sebutir peluru melesat tepat di posisi kepalanya. Ia selamat hanya karena saat itu sedang merunduk untuk menyambungkan kabel laptop.
Bintang yang Kini Bersinar
Kini, Rosita telah mencapai pangkat Letnan Kolonel. Dari seorang imigran yang dulu dihina karena membersihkan toilet, kini ia berdiri gagah sebagai pemimpin di militer terkuat dunia. Kisah Rosita Aruan adalah bukti nyata bahwa doa ibu, restu keluarga, dan kerja keras yang dibasuh air mata akan berbuah manis pada waktunya.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah malu memulai dari bawah.***
Keluarga Hingga Rekan Hadiri Pemakaman Jenazah Diding Boneng.
Peristiwa 15 menit lalu
SuamiAnak di TKP saat Istri Oknum Polisi Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi
Peristiwa 39 menit lalu
Dari Sarulla untuk Indonesia Wamen ESDM Tinjau Potensi Tulang Punggung Energi Sumatera.
Sumut 53 menit lalu
Pohon Hampir Tumbang di Jalan Denai Medan, Warga Minta Petugas Segera Turun Tangan.
Peristiwa satu jam lalu
Kapolres Simalungun turun langsung melihat kondisi Banjir Pasar Bawah dan memastikan bansos maupun dapur umum segera didirikan.
Sumut 2 jam lalu
Seorang bayi berusia 3 bulan di Sidoarjo terpaksa harus ikut mendekam di penjara bersama ibunya.
Peristiwa 2 jam lalu
Perkuat Pencegahan TPPO, Kantor Imigrasi Labuan Bajo Hibahkan Motor Operasional ke Lima Desa di Manggarai.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Perkuat Sektor Pertanian, Babinsa Kodim 0207/Simalungun ikut panen tomat bersama warga.
Bisnis 2 jam lalu
Mengenal Lebih Dekat dengan Sosok Rosita Aruan, Perwira Menengah Angkatan Darat Amerika.
Profil 2 jam lalu
Kalapas Kelas IIA Waingapu mengklarifikasi terkait cewek cantik asal Balige yang viral di media sosial.
Viral 3 jam lalu