Jembatan Rambing Putus dan Permukiman Tergenang Akibat Banjir di Tukka dan Pandan
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN- Siapa tak kenal Monas? Ikon Jakarta yang puncaknya dihiasi lidah apiberlapis emas murni seberat 38 Kg (saat awal pembangunan).
Tapi tahukah kamu? Dari 38 Kg emas itu,28 Kg-nya disumbangkan SATU ORANG saja. Siapa orang super kaya yang berhati mulia itu?
Baca Juga:
Namanya Teuku Markam. Seorang pengusaha asal Aceh yang sangat sukses dan nasionalis.
Baca Juga:
Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno.
Saking cintanya pada Indonesia, ketika Soekarno ingin membangun Monas, Markam tanpa ragu menyumbangkan 28 Kg emas murni miliknya. Ingat, 28 Kg emas jaman dulu nilainya tak terhingga!
Di era Orde Lama, Markam adalah "Crazy Rich" yang sesungguhnya.
Perusahaannya, PT Karkam, menguasai ekspor-impor dan membiayai banyak proyek negara. la hidup mewah, dihormati,dan menjadi aset bangsa. Tapi, roda nasib berputar kejam saat tahun 1965 tiba.
Saat kekuasaan Soekarno runtuh dan Orde Baru naik, kedekatan Markamdengan Soekarno menjadi petaka.
Dia dituduh sebagai koruptor dan antek PKI,ebuah tuduhan umum untuk menyingkirkanorang-orang pro-Soekarno.
Tanpa pengadilan yang jelas, pahlawan penyumbang emas ini akhirnya ditangkap.
Tahun 1966 Teuku Markam dijebloskan ke penjaraselama 8 tahun. Hartanya? Dirampas habis.
Perusahaannya diambil alih pemerintahdan dijadikan BUMN.Rumah, tanah, mobil, ---- seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Valentina kreator yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Senin 10 Agustus 2026-- awal kisah tragis ini dimulai.-- semua disita.
Sang penyumbang emas kini tak punya apa-apa selain baju di badan.
Saat bebas tahun 1974, Markam bukan lagi siapa-siapa. Namanya sudah hancur, dicap sebagai pengkhianat negara.
la mencoba bangkit dan menuntut keadilan untuk mengembalikan aset-asetnya, tapi sia-sia. Negara seolah lupa bahwa emas yang berkilauan di puncak Monas itu adalah hasil keringatnya.
Tahun 1985, Teuku Markam berpulang dalam sunyi, membawa luka hati yang tak sempat sembuh oleh zaman.
Tragisnya, hingga detik ini, jutaan pasang mata berpose bahagia di bawah bayang-bayang Monas, tanpa pernah tahu bahwa ada nama besar yang dikorbankan demi emas di puncaknya. la memberi cahaya bagi ibu kota, namun namanya dibiarkan meredup
dalam kegelapan sejarah.
Kisah Teuku Markam merupakan bukti kejamnya politik. Jasa setinggi gunung, sirna oleh politikyang tak kenal ampun.
Teuku Markam, bukti bahwa pengorbanan seringkali dibayar dengan kesunyian.***
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak sore hingga malam bikin sungai meluap.
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,LUBUK PAKAM Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deli Serdang menggelar Pelatihan Konten Kreator Kehumasan untuk mening
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretar
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Deli Serdang menampilkan beragam produk kerajinan dan karya perajin
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengingatkan para lulusan ag
Medan 8 jam lalu
Personel Sat Lantas Polres Dairi Gugur Saat Jalankan Tugas di Lokasi Kebakaran Sidikalang
Sumut 9 jam lalu
Kompol Jan Piter Napitupulu, S.H., M.H. salah satu perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karir yang cukup menarik.
Profil 10 jam lalu
Polres Tanjungbalai resmi menyerahkan penggunaan Jembatan Merah Putih Presisi kepada masyarakat di Jalan Lingkar Selatan.
Sumut 11 jam lalu
Polda Sumut dan Polres Humbahas Tetapkan 24 Tersangka Kasus Penyerangan di Matiti Humbahas
Peristiwa 12 jam lalu
TNI AL (Posal) Polewali Mandar, Lanal Mamuju mengamankan warga Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, beserta barang bukti narkoba.
Inter-Nasional 13 jam lalu