Senin, 24 Agustus 2026

Mengenal Lebih Dekat Bunthora Situmorang, Sang Legend Sekaligus Maestro Musik Batak

P. Silalahi - Minggu, 23 Agustus 2026 18:00 WIB
Mengenal Lebih Dekat Bunthora Situmorang, Sang Legend Sekaligus Maestro Musik Batak
facebook @Batak center
Bunthora Situmorang.

"Alani hapogoson hu do, asa so hutariashon holong hi tu ho, husadari diri hi, hurimangi lakka hi... Dang lepelmu au ito. (Karena kemiskinankulah sehingga cintaku tidak kuungkapkan, aku sadar diri, memikirkan langkah, karena memang aku bukan levelmu."

Secara umum, ungkapan itu dapat dimaknai sebagai rasa rendah diri seseorang karena kemiskinan dan ketidakmampuannya menyampaikan cinta.

Baca Juga:

Namun, dalam cerita yang berkembang, terdapat pula tafsir lain terhadap frasa "Dang lepelmu au". Bunthora Situmorang disebut pernah memberikan penjelasan dengan sudut pandang berbeda mengenai makna ungkapan itu.

Dalam konteks itu, frasa tersebut dapat dimaknai sebagai "engkau bukan levelku", bukan semata-mata "aku bukan levelmu".

Baca Juga:

Perbedaan tafsir terhadap lirik inilah yang membuat lagu-lagu Batak klasik menarik untuk dikaji. Sebuah lagu dapat memiliki makna literal, tetapi juga dapat dibaca sebagai ungkapan pengalaman pribadi penciptanya.

Warisan Musik Batak

Bunthora Situmorang tetap merupakan salah satu nama penting dalam sejarah musik Batak. Karya-karyanya bersama sejumlah musisi dan penyanyi Batak telah menjadi bagian dari perjalanan musik Batak lintas generasi.

Kisah Trio Lasidos menunjukkan bahwa perjalanan sebuah kelompok musik tidak selalu berjalan mulus. Ada masa kejayaan, perbedaan, kevakuman, hingga upaya rekonsiliasi. Namun, karya-karya yang telah lahir tetap hidup di tengah masyarakat.

Bagi generasi muda, perjalanan Bunthora Situmorang dan Trio Lasidos bukan sekadar nostalgia. Ia merupakan bagian dari sejarah musik Batak yang memperlihatkan bagaimana lagu dapat menjadi media untuk menyampaikan cinta, kesedihan, kritik, pengalaman hidup, bahkan perasaan yang sulit diucapkan secara langsung.

Karena itu, karya-karya Bunthora Situmorang dan Trio Lasidos layak terus dikenang, didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari warisan seni dan budaya Batak.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Batak United  Juara PKN Sumut Cup I 2026
76 Personel Paskibraka dari 38 Provinsi, 6 Orang Batak, Cek Profilnya
Mengenal Lebih Dekat Sosok Pendeta HKBP Pdt. Darwin Sihombing, S.Th yang Tutup Usia 59 Tahun
Pemkab Karo Bantah Narasi Manipulatif Terkait Aset GBKP, Tegaskan Hubungan dengan Moderamen Harmonis dan Kooperatif
Kapolres Samosir Hadiri Acara "Mangongkal Holi" di Tarabunga
Wabup Samosir Ajak Pomparan Toga Samosir Berkontribusi Bangun Bona Pasogit, Pesta Bolon PTSBI Gaungkan Persatuan dan Pelestarian Budaya Batak
komentar
beritaTerbaru