Pelantikan Forwaka Dairi periode 2026–2028 menjadi salah satu kesempatan bagi Irfandi untuk menyampaikan arah tersebut. Perluasan organisasi di daerah akan memiliki arti apabila diikuti peningkatan kapasitas anggota dan program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Di sinilah tantangan kepemimpinannya. Mengembangkan organisasi bukan hanya memperbanyak kepengurusan, tetapi memastikan setiap struktur bergerak dengan tujuan yang jelas.
Baca Juga:
Menjaga Kepercayaan Publik
Pada akhirnya, masa depan organisasi wartawan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik.
Baca Juga:
Forwaka memiliki ruang untuk mengambil peran dalam meningkatkan pemahaman hukum, memperkuat kompetensi wartawan, serta membangun komunikasi profesional dengan institusi kejaksaan. Namun, seluruh upaya itu harus tetap berpijak pada kemerdekaan pers.
Saya memandang pesan Irfandi sebagai pengingat bahwa wartawan membutuhkan dua kekuatan sekaligus: keberanian menjalankan fungsi kontrol sosial dan kedisiplinan menjaga etika profesi.
Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Justru, keberanian tanpa etika dapat merusak kepercayaan publik, sementara kepatuhan tanpa independensi dapat melemahkan fungsi pers dalam demokrasi.
Karena itu, kepemimpinan Irfandi akan semakin bermakna apabila gagasan-gagasan tersebut diterjemahkan menjadi program nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Organisasi wartawan yang kuat bukanlah organisasi yang sekadar besar secara struktur, melainkan yang mampu melindungi anggotanya, menjaga independensi, dan memperjuangkan pers yang profesional. (Penulis Bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers)
Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
komentar