Kodim 0207/Simalungun Datangi Polsek, Perkuat Sinergi TNI-Polri di HUT Bhayangkara ke-80
Kodim 0207/Simalungun mendatangi Mapolsek, memperkuat sinergitas TNIPolri di HUT Bhayangkara ke80.
Sumut 19 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - CEO Nvidia Jensen Huang dikenal sebagai manusia ribuan triliun usai perusahaannya menembus valuasi US$ 4 triliun atau lebih dari Rp 65.000 triliun. Tapi siapa sangka, jika ia masih muda dan baru lulus kuliah hari ini, ia justru tidak akan memilih jurusan teknologi informasi atau software, melainkan ilmu fisika.
Hal ini diungkapkannya saat mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis. Ia ditanya jika saat ini berusia 22 tahun dan baru lulus, maka ia tidak akan fokus pada teknologi informasi atau Information Technology (IT).
"Untuk Jensen yang muda, 20 tahunan, yang baru lulus sekarang, mungkin dia akan memilih... lebih ke ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak," jawabnya yang dikutip dari CNBC, ditulis Selasa (22/7/2025).
Sebagai informasi, ilmu fisika (physical science) mencakup bidang seperti fisika, kimia, astronomi, dan ilmu kebumian, berbeda dengan ilmu hayati. Huang sendiri merupakan lulusan teknik elektro dari Oregon State University dan meraih gelar master dari Stanford University.
Ia ikut mendirikan Nvidia pada 1993, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem. Dari sebuah pertemuan sederhana di restoran Denny's, kini Nvidia menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, memimpin revolusi AI.
Pria berharta US$ 148,1 miliar atau sekitar Rp 2.399 triliun itu menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir, dunia telah melewati beberapa fase AI.
"Modern AI benar-benar mulai dikenal sekitar 12 hingga 14 tahun lalu, saat AlexNet muncul dan visi komputer mengalami terobosan besar," katanya dalam The Hill & Valley Forum di Washington, April lalu.
AlexNet adalah model yang mengenalkan deep learning dalam pengenalan gambar dan menjadi pemicu ledakan AI modern. Fase itu disebut Huang sebagai Perception AI. Lalu masuk ke fase Generative AI, yang membuat AI bisa memahami informasi dan menerjemahkannya menjadi teks, gambar, kode, dan lainnya.
Sedangkan, kata Huang, kini kita berada di era Reasoning AI.
"Kita sekarang memasuki era yang disebut Reasoning AI, di mana AI kini bisa memahami, menghasilkan, dan memecahkan masalah serta mengenali kondisi yang belum pernah kita lihat sebelumnya," jelasnya.
Kodim 0207/Simalungun mendatangi Mapolsek, memperkuat sinergitas TNIPolri di HUT Bhayangkara ke80.
Sumut 19 menit lalu
HUT Bhayangkara ke80 Pemkab Samosir mendukung upaya Polri mewujudkan pelayanan yang Presisi dan humanis.
Sumut satu jam lalu
Wakil Wali Kota Herlina bersama Kapolres Pematangsiantar memotong kue memeringati Hari Bhayangkara.
Sumut 2 jam lalu
Bupati Toba menghadiri upacara penutupan Bakti TNI AD untuk rakyat tahun 2026 ini.
Sumut 3 jam lalu
Kebakaran Hebat Apartemen 10 Lantai di Belgia, Enam Orang Tewas dan Puluhan Penghuni Dievakuasi.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Amerika Serikat vs Bosnia Herzegovina di 32 Besar Piala Dunia 2026 Tim Ream Ingin Main Cepat.
Sport 4 jam lalu
Seorang tukang las di Kabupaten Bireuen ditangkap polisi usai diduga merakit senjata api dari senapan angin di rumahnya. Duh!
Peristiwa 4 jam lalu
Nyaris 2.000 orang tewas akibat gempa kembar dahsyat berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengguncang Venezuela.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Kisah Haru di Semarak Bhayangkara, Istri Kapolda Sumut Temukan Bocah yang Dicari Ibunya Saat Asyik Ikut Lomba Menggambar.
Medan 5 jam lalu
Kapolres Pelabuhan Belawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Belawan.
Profil 5 jam lalu