Setiap kali suaminya gugur, baik Teuku Ibrahim maupun Teuku Umar, Cut Nyak Dien selalu menanamkan keteguhan iman kepada anak dan pengikutnya. Ia mengajarkan bahwa kesyahidan adalah kemuliaan, sehingga tidak boleh ditangisi dengan kelemahan hati.
Keteguhan imannya juga terlihat saat ia menolak tawaran Pang La'ot untuk menyerah demi perawatan kesehatan. Dengan lantang, ia mengatakan bahwa takluk kepada kafir Belanda adalah kehinaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Baca Juga:
Melalui perjuangan dan dakwahnya, Cut Nyak Dien menjadi teladan bagi rakyat Aceh bahwa iman, keberanian, dan pengorbanan harus berjalan seiring. Ia tidak hanya pejuang kemerdekaan, tetapi juga seorang pendakwah yang menyalakan semangat jihad demi agama dan bangsa.
(wan/dtc)
Tags
beritaTerkait
komentar