Rabu, 11 Februari 2026

Aripay Tambunan: Mendidik, Mengabdi, dan Menyala dalam Diam

Oleh: Erni
Administrator - Rabu, 12 November 2025 15:32 WIB
Aripay Tambunan: Mendidik, Mengabdi, dan Menyala dalam Diam
Erni
Foto-foto Dr. Drs. H. Aripay Tambunan, MM saat di partai dan bersama keluarga besarnya.

Aripay menegaskan, semua yang ia capai hanyalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. "Yang bisa kita pegang cuma satu, tanggung jawab!

Karena karakter bisa dilatih, tapi hati… itu ajaran Ibu saya."

Dari ibunya, ia belajar bahwa kekuatan manusia bukan hanya pada kuasa atau kecerdasan, melainkan pada keseimbangan antara akal dan nurani.

"Sejatinya," katanya lirih, "antara tanggung jawab dan hati itu tidak bisa dipisahkan. Mereka harus berjalan paralel."

Dan di situlah letak keikhlasan hal paling sulit, tapi juga paling mulia. "Yang paling susah itu adalah ikhlas," ucapnya lagi, "tapi kita harus terus berupaya untuk ikhlas."

Aripay tetap menjaga irama langkahnya. Ia tahu kapan harus bicara dan kapan harus menepi. Dalam dirinya, publik menemukan sosok yang tidak hanya berpikir logis seperti seorang politisi, tetapi juga menimbang batin seperti seorang guru.

Bagi Aripay, menjadi pemimpin adalah melatih diri setiap hari untuk tetap sederhana di tengah kemegahan jabatan, dan menjadi dosen adalah mengasah nurani agar tetap peka terhadap realitas hidup di sekitar.

Ia hidup dengan prinsip, jabatan hanyalah sementara, tapi ilmu dan ketulusan akan terus mengalir, seperti air meninggalkan kesejukan di mana pun ia melintas. Di kampus USK Banda Aceh, pada tahun 1986, Aripay menemukan dua hal: pertama, bahwa ilmu lebih dari angka dan gelar; kedua, bahwa memberi berarti hadir bukan sekadar hadir di ruangan."

(erni)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru