Kamis, 21 Mei 2026
54 Tahun Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H

Jenderal yang Bekerja Dalam Senyap

Faliruddin Lubis - Senin, 16 Februari 2026 09:41 WIB
Jenderal yang Bekerja Dalam Senyap
IST
Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto,S.I.K, M.H bersama Pemimpin Umum Posmetro Medan, Zulkifli Tanjung.

POSMETRO MEDAN, Medan-Kita berada di sebuah era, di mana seorang pemimpin, selain dituntut harus bekerja keras, harus pula siap untuk sering berdiri di depan sorot kamera, fasih merangkai kalimat, dan pandai mengemas kesan.

Sebenarnya, itu tak selalu karena keinginan memoles citra, tetapi karena zaman memang menuntut siapa pun untuk terbuka kepada publik.

Akan tetapi, ada juga yang bersikukuh memilih jalan berbeda: tetap lebih fokus bekerja, hemat berbicara. Tipe kedua inilah yang terasa melekat pada sosok Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Baca Juga:

Lahir di Bandung 54 tahun silam, ia tak pernah tampak sebagai figur yang mengejar sorot lampu. Dalam berbagai kesempatan, kalimatnya pendek-pendek, seperlunya. Tak bertele-tele. Selebihnya, ia membiarkan kerja yang berbicara.

Di tubuh Kepolisian Daerah Sumatera Utara, gaya kepemimpinan seperti ini bukan perkara mudah. Sumatera Utara adalah panggung dengan banyak lapis persoalan: kriminalitas perkotaan, peredaran narkotika, konflik agraria, hingga dinamika sosial yang tak pernah benar-benar sunyi.

Baca Juga:

Di ruang yang bergemuruh itu, Whisnu justru memilih irama yang tenang. Ia dikenal sebagai pekerja keras. Bukan sekadar hadir dalam agenda resmi, melainkan turun memeriksa detail, memastikan instruksi berjalan, dan menagih akuntabilitas. Mereka yang bekerja dekat dengannya paham, standar yang ia pasang tidak rendah. Disiplin bukan jargon, melainkan kebiasaan.

Yang menarik, semua itu dilakukan tanpa kegaduhan. Ia tak gemar membangun citra melalui retorika berlebihan. Tidak ada gunanya kita berharap dia akan mengeluarkan komentar yang bombastis.

Dalam banyak situasi, ia membiarkan hasil kerja kolektif jajarannya tampil sebagai wajah institusi.

Bekerja dalam senyap bukan berarti bekerja tanpa arah. Justru di sanalah letak kepemimpinannya: konsisten, terukur, dan penuh kepedulian. Kepedulian itu tampak dalam cara ia merespons persoalan-persoalan sosial, dari penanganan kasus-kasus yang menyentuh rasa keadilan publik, hingga perhatian terhadap kesejahteraan internal anggota.

Ia memahami bahwa institusi yang kuat lahir dari dua hal: ketegasan ke luar dan empati ke dalam.

Tags
beritaTerkait
20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda Whisnu Hermawan: Simbol Perubahan
Keren! Polda Sumut Raih Penghargaan Pengelolaan BMN Terbaik Nasional
Kajati Sumut Sambangi Kapoldasu, Perkuat Sinergi Hukum
Polda Sumut Gelar Ibadah dan Doa Bersama Sambut May Day 2026
Gandeng Pencipta Lagu Siti Mawarni, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
Ungkap Peredaran Sabu di Pematang Siantar, Polisi Amankan 86 Paket dan Lumpuhkan Pelaku Saat Pengembangan
komentar
beritaTerbaru