Pelatih asal Kanada tersebut meminta anak asuhnya segera melupakan hasil buruk sekaligus memperbaiki organisasi permainan.
"Saya rasa kami harus tetap menjaga kerapatan formasi. Baik saat menyerang atau bertahan, formasi harus tetap rapat. Kami harus mempelajari momen yang tepat agar pertahanan tetap rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan baik," ujar Herdman.
Baca Juga:
Pernyataan tersebut memperlihatkan masalah yang ingin segera dibenahi Timnas Indonesia.
Koordinasi lini belakang menjadi salah satu pekerjaan rumah setelah Vietnam mampu memanfaatkan celah pertahanan skuad Garuda hingga mencetak tiga gol tanpa balas.
Baca Juga:
Sisi kanan pertahanan yang dihuni Rizky Ridho dan Eliano Reijnders menjadi sorotan karena beberapa serangan Vietnam bermula dari area tersebut.
Performa Nadeo Argawinata di bawah mistar juga mendapat kritik karena dinilai belum optimal dalam mengantisipasi situasi gol.
Timnas Indonesia memang memiliki modal kualitas pemain untuk mengalahkan Singapura. Skuad Garuda membawa sejumlah pemain berpengalaman, termasuk pemain yang telah merasakan persaingan di level internasional.
Namun, Singapura tidak bisa diremehkan karena tampil konsisten sepanjang fase grup dan belum menelan kekalahan.
Status tuan rumah di Stadion Jalan Besar juga memberikan keuntungan tambahan bagi The Lions ketika menghadapi Timnas Indonesia.
Singapura diperkirakan bermain disiplin dengan mengandalkan organisasi pertahanan serta serangan balik cepat.
Tags
beritaTerkait
komentar