BAN-PT Tetapkan UDA Tak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi, Ini Pesan LLDikti Sumut ke Mahasiswa
BANPT Tetapkan UDA Tak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi, Ini Pesan LLDikti Sumut ke Mahasiswa.
Medan 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta -- Legenda balap motor Giacomo Agostini pasrah rekornya dilewati Marc Marquez yang merajai MotoGP 2025 dan berpotensi mendominasi musim balap tahun depan.
Agostini memiliki catatan 122 kali menjadi juara balapan di berbagai kelas dan saat ini ada di puncak daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak. Sedangkan Valentino Rossi ada di peringkat kedua dengan 115 kemenangan.
Saat ini Marquez sudah mengoleksi 96 kemenangan dan berpotensi menambah kesuksesan lain pada balapan musim ini dan yang akan datang.
Baca Juga:
Sementara rekor Agostini lainnya adalah mengoleksi 15 gelar juara dunia yang disusul Angel Nieto dengan 13 gelar dan Carlo Ubbiali, Mike Hailwood, serta Valentino Rossi dengan sembilan gelar.
Marquez sejauh ini sudah memiliki delapan gelar dan gelar juara pada MotoGP 2025 bisa membuatnya menyamai Rossi.
Baca Juga:
"Marc Marquez bisa melewatinya, bahkan catatan kejuaraan dunia motor. Marc adalah orang hebat dan pantas mendapatkan yang terbaik," ucap Agostini dikutip dari Motosan.
Pria yang aktif balapan pada tahun 1960-an hingga 1970-an tersebut juga menilai Marquez tidak layak diejek.
"Kita harus memberinya hormat, bukan mengejeknya. Ejekan jika dibiarkan langsung bisa menimbulkan masalah, khususnya saat balapan di Italia, tempat di mana banyak orang melihatnya sebagai rival," ujar Agostini soal Marquez yang mendapat sorakan ketika balapan di Italia.
Sorakan terhadap Marquez disinyalir muncul lantaran persaingan antara Rossi dan pembalap asal Spanyol tersebut, namun Agostini tidak berkomentar soal hal tersebut.
Marc Marquez menunjukkan dominasi luar biasa di musim MotoGP 2025 dengan meraih kemenangan demi kemenangan.
Dilansir dari laman Motorsport pada Kamis (7/8), pebalap tim pabrikan Ducati itu memimpin klasemen dengan keunggulan 120 poin atas adiknya, Alex Marquez, usai lima kemenangan ganda berturut-turut di Aragon, Mugello, Assen, Sachsenring, dan Brno. Sejauh ini, ia telah memenangi 8 dari 12 balapan grand prix dan 11 dari 12 sprint race.
Dengan catatan 66,6% kemenangan di balapan utama dan 91,6% di sprint, Marquez telah menguasai 79,1% dari total balapan musim ini.
Satu-satunya akhir pekan tanpa kemenangan bagi Marquez adalah di Silverstone, di mana Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang sprint. Rival-rival lainnya seperti Pecco Bagnaia, Johann Zarco, dan Alex Marquez hanya mampu memenangkan satu balapan grand prix.
Meski berada di atas angin, Marquez menepis anggapan bahwa ia bisa memilih kapan dan di mana mengunci gelar juara dunia. Marquez mengaku masih akan menjalani sisa musim dengan penuh keseriusan.
"Saya satu-satunya yang bisa kehilangan gelar ini, jadi kami akan tetap berjuang," ungkap Marquez seperti dikutip pada Motorsport.
Marquez mengungkapkan bahwa ia tidak menikmati kemenangan tanpa perlawanan. Ia justru lebih suka duel langsung, seperti yang terjadi di sprint Sachsenring melawan Bezzecchi atau saat melawan Pedro Acosta di Brno.
Meski begitu, ia juga menyoroti sulitnya mengikuti pembalap lain dalam era MotoGP modern akibat aerodinamika motor.
Pengalaman cedera berat pada tahun 2020 membuat Marquez lebih dewasa dalam mengambil keputusan.
Namun Marc Marquez mengaku lebih tenang dalam bersikap, namun tetap haus akan rasa hormat yang diperoleh bukan dari kata-kata, melainkan dari performa di lintasan.
Dengan performa impresif ini, Marquez siap menyegel gelar juara dunia kesembilannya.
(wan/bbs)
BANPT Tetapkan UDA Tak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi, Ini Pesan LLDikti Sumut ke Mahasiswa.
Medan 7 menit lalu
Posmetro Medan, Karo Pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SD Negeri 047164 Seberaya, Kabupaten Karo, menuai tanda tanya. Pasalnya, Dinas Pendi
Peristiwa 22 menit lalu
Kader Muda Bantah Narasi Miring, Sebut Lokot Nasution Layak Pimpin Lagi Demokrat Sumut.
Sumut 25 menit lalu
Keributan 2 Kelompok Rasfansa Kafe Sunggal Diredam Polisi.
Sumut 31 menit lalu
Buang Bayi Hasil Anu dengan Kekasih, ART Asal Sergai Dituntut 10 Tahun Penjara
Kriminal 49 menit lalu
Kapolsek Tiganderket Sambangi Warga, Wujudkan Situasi Kamtibmas Kondusif.
Sumut 2 jam lalu
MEDAN DPRD Sumatera Utara menegaskan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak boleh dilakukan sec
Sumut 2 jam lalu
Demo Kelompok Tani di Asahan Rusuh, 5 Warga Termasuk Wartawan Luka 2 Mobil Rusak.
Sumut 2 jam lalu
Dandim 0204/DS Resmi Berganti Letkol Inf Wahidin Sobar Gantikan Letkol Arh Agung Pujiantoro.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Karo Kapolres Tanah Karo, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Bupati dan Dandim bergerak cepat meninjau lan
Peristiwa 3 jam lalu