Minggu, 01 Maret 2026

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, UEA Atau Iraq Jadi Opsi Pengganti

Faliruddin Lubis - Minggu, 01 Maret 2026 15:53 WIB
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, UEA Atau Iraq Jadi Opsi Pengganti
Twitter@MiskinTV_
Timnas Iran.

POSMETRO MEDAN,Jakarta– Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membeberkan peluang negaranya tampil di FIFA World Cup 2026 di tengah memanasnya situasi geopolitik.

Berbicara melalui saluran televisi publik Iran, Taj menyatakan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 kini dalam tanda tanya besar.

Keputusan untuk mundur dari Piala Dunia diambil setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga:

Eskalasi dramatis ini terjadi menyusul operasi militer gabungan pada Sabtu (28/2/2026) yang menargetkan sejumlah kota besar di Iran, termasuk ibu kota Teheran.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para pimpinan olahraga yang akan memutuskan hal itu," ujar Taj, dilansir dari Marca, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga:

Aturan FIFA Jika Iran Mundur

Dalam regulasi resmi FIFA disebutkan, apabila Iran benar-benar mundur dari turnamen, maka slot tersebut akan diisi oleh pengganti yang dinominasikan, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut.

"Jika penggantian tidak memungkinkan (karena waktu, visa, perjalanan), slot grup dapat diberikan kepada tim pengganti dengan jadwal tetap; atau dalam kasus luar biasa dilakukan penyesuaian susunan grup," tulis FIFA pada aturan turnamen.

Dengan skenario tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut berpeluang menggantikan Iran. UEA merupakan tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos pada penyisihan zona Asia.

Dalam kualifikasi Asia, UEA sempat melaju hingga play-off kontinental melawan Irak pada putaran kelima. Namun, UEA kalah agregat 2-3 sehingga Irak berhak melaju ke play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026 melawan Bolivia atau Suriname.

Opsi lain yang dipertimbangkan adalah mempromosikan Irak langsung ke posisi Iran di Grup G, sementara UEA menggantikan Irak pada jalur play-off antarkonfederasi sebagai kesempatan terakhir menuju Piala Dunia.

FIFA Pantau Situasi Global

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global.

"Kami memantau perkembangan di seluruh dunia karena tujuan kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan semua pihak berpartisipasi," ujarnya.

Ketidakpastian ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jika Iran benar-benar mundur, keputusan FIFA soal pengganti akan sangat menentukan komposisi akhir peserta dan peta persaingan di Grup G.(BeritaSatu)

Tags
beritaTerkait
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara
Bareskrim Polri Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Internasional, 1 WNA Ditangkap
Tegang! Final Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Kalah Adu Penalti, Iran Juara
Piala Dunia 2026 Semakin Dekat, Ini Daftar Lengkap Negara yang Bakal Berlaga
6 KPM PKH Binjai Mundur karena Rumahnya  tak Buruk Lagi
Viral! Lumba-lumba Putih Muncul di Perairan Asahan
komentar
beritaTerbaru