Jumat, 12 Juni 2026

Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara

Faliruddin Lubis - Minggu, 01 Maret 2026 11:57 WIB
Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara
Twitter@IranTimes9
Ayatollah Ali Khamenei.

POSMETRO MEDAN, Iran-Iran telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar kematian Ali Khamenei dalam seranganIsrael dan Amerika Serikat. Pemimpin Tertinggi Iran itu telah terkonfirmasi tewas.

Serangan AS dan Israel di Iran terjadi pada Sabtu (28/2). Kubu AS dan Israel telah mengatakan Khamenei juga tewas dalam serang di Teheran.

Putra mahkota atau keturunan shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, yang diasingkan dan putrinya yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, buka suara usai kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka menganggap meminta rakyat Iran bersiap.

Baca Juga:

Dilansir New York Post dan dilihat dari akun X resmi Reza Pahlavi, Minggu (1/3/2026), Pahlavi yang telah tinggal di AS sejak revolusi 1979 bereaksi terhadap laporan Khamenei telah tewas setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran.

"Zahhak yang haus darah (raja jahat dalam mitologi Iran) di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah. Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," tulisnya di X.

Baca Juga:

Pahlavi mengatakan setiap upaya rezim untuk menunjuk pengganti Khamenei 'pasti gagal'. Dia mengatakan mereka tidak akan memiliki legitimasi dan terlibat dalam kejahatan rezim ini.

Putra mahkota yang diasingkan itu juga memperingatkan militer, keamanan, dan kepolisian di dalam negeri Iran untuk tidak mendukung rezim. Dia menyebut aparat di Iran harus bergabung dengan rakyat untuk membantu memastikan transisi Iran yang stabil menuju masa depan yang bebas dan makmur.

Dia mengatakan kematian tersebut menandai 'perayaan nasional besar' Iran. Dia mengajak warga Iran siap siaga.

"Waktu untuk kehadiran besar-besaran dan tegas di jalanan sudah sangat dekat. Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan mengamankan kemenangan akhir, dan kita akan merayakan kemerdekaan Iran di seluruh tanah air kita yang diciptakan oleh Ahura. Hidup Iran!" tulisnya.

Sebagai informasi, Khamenei mengambil alih kepemimpinan di Iran pada tahun 1989, setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah memimpin revolusi Islam satu dekade sebelumnya. Meskipun Khomeini adalah kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri kekuasaan monarki Pahlavi,

Tags
beritaTerkait
Indonesia U-19 Kandas, Erick Thohir: Jam Terbang Perlu Ditambah
Polres Dairi Bongkar Rekayasa Pembegalan di Jembatan Lau Renun, Rupanya Kalah Judol
Aksi Demo Stop MBG dan Turunkan BBM Diperkirakan Diikuti 1.500 Massa di Bundaran HI
Curi Kotak Infak Masjid Dapat Rp448 Ribu Bagi 2, Divonis 2,5 Tahun Penjara, Kawannya Lolos
Oalah...Timnas Indonesia U-19 Kandas di Menit 90, Australia Tantang Thailand di Final Piala AFF 2026
Dinas SDABMBK : Dukung Peningkatan Kompetensi Pelaku Usaha Jasa Konstruksi
komentar
beritaTerbaru