Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut 36 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Sao Paulo– Sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia tercipta di Sirkuit Interlagos, Brasil. Pembalap muda berbakat, Veda Ega Pratama, sukses menghentakkan panggung Moto3Brasil 2026 dengan meraih podium ketiga yang sangat emosional pada Minggu malam waktu setempat.
Keberhasilan ini tidak hanya memicu euforia di kalangan penggemar otomotif Tanah Air, tetapi juga menempatkan nama Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu menembus dominasi rider global di podium kelas ringan kejuaraan dunia tersebut.
Analisis terhadap jalannya balapan menunjukkan bahwa Veda tampil dengan strategi yang sangat matang sejak putaran awal. Meskipun menghadapi tekanan dari pembalap-pembalap berpengalaman, Veda mampu menjaga ritme motor dan konsistensi di tikungan-tikungan sulit Interlagos.
Baca Juga:

Baca Juga:
Keberhasilannya mengamankan posisi ketiga merupakan bukti nyata bahwa adaptasi Veda dengan mesin Moto3 telah mencapai level yang kompetitif. Capaian ini sekaligus menjadi sinyal peringatan bagi para rival setingkat dunia bahwa Indonesia kini memiliki penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.
Namun, di balik kegemilangan performanya di lintasan, perhatian publik internasional justru tertuju pada sebuah momen simbolis saat seremoni podium berlangsung. Dalam tradisi balap motor kelas dunia, tiga pembalap terbaik biasanya merayakan keberhasilan mereka dengan menyemprotkan sampanye.
Berbeda dari pembalap lainnya, Veda Ega Pratama memilih untuk tidak ikut serta dalam perayaan minuman beralkohol tersebut. Sikap teguh Veda yang tetap memegang prinsip religiusnya di atas podium tertinggi mengundang gelombang apresiasi dan respek dari netizen lintas negara.
Aksi Veda tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial, memicu ribuan komentar positif. Banyak pihak menilai bahwa kedewasaan Veda tidak hanya terlihat dari cara membalapnya, tetapi juga dari keberaniannya menjaga identitas diri di tengah lingkungan global yang sangat terbuka.
"Karena Veda orang Islam, dia harus menghindari minuman beralkohol. Mantap Veda, semoga ke depannya lagu Indonesia Raya yang berkumandang," tulis seorang netizen dalam sebuah forum diskusi digital.
"Respect Veda, no champagne as a Muslim, proud from Malaysia," tulis salah satu penggemar balap dari Malaysia di platform X.
Secara teknis, perolehan poin dari podium ketiga di Brasil ini membawa dampak signifikan bagi posisi Veda di papan klasemen sementara Moto3 2026. Saat ini, Veda Ega Pratama kokoh menempati peringkat kedua klasemen dengan koleksi total 27 poin.
Ia kini hanya terpaut margin sangat tipis, yakni satu angka, dari pemuncak klasemen asal Italia, Marco Morelli. Kondisi klasemen yang sangat rapat ini memprediksi bahwa persaingan di seri-seri berikutnya akan berlangsung lebih sengit, di mana Veda berpeluang besar menggeser dominasi Morelli jika mampu mempertahankan konsistensi performanya.
Apresiasi terhadap Veda juga mencakup bagaimana ia menolak perayaan alkohol sebagai bentuk komitmen jangka panjang.
Salah satu warganet menuliskan analisisnya, "Dan Veda akan sering menolak selebrasi dengan alkohol di atas podium."
Komentar lain menambahkan, "Veda tetap teguh dengan kemuslimannya, dengan tidak merayakan pakai minuman beralkohol." Hal ini menunjukkan bahwa publik tidak hanya mendukung Veda sebagai atlet, tetapi juga sebagai figur yang membawa nilai-nilai positif bagi generasi muda.
Capaian di Brasil menjadi fondasi kuat bagi perjalanan karier Veda Ega Pratama di kancah internasional. Dengan dukungan penuh dari publik dan manajemen yang solid, Veda kini dipandang sebagai aset berharga bagi masa depan olahraga balap Indonesia.
Harapan besar kini tertuju pada seri-seri mendatang, di mana bendera Merah Putih diharapkan dapat berkibar lebih tinggi lagi, membawa mimpi anak bangsa menuju puncak tertinggi podium kejuaraan dunia Moto3.(fajar)
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut 36 menit lalu
Kapolsek Medan Kota Pimpin Pengamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja HKBP Sudirman.
Medan satu jam lalu
Warga Temukan Mayat &039Pak Ogah&039 Gantung Diri di Bawah Jembatan Titi Kuning Medan.
Peristiwa satu jam lalu
Pelaku Pencurian Perhiasan dan Pembakaran Rumah Hakim Tipikor Mulai Diadili di PN Medan.
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDANDugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mencuat dan menjadi
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat kembali menyalurkan Kado Lebaran Yatim (KLY) kepada 15 siswa yatim di SMP Al Washliyah 8, Senin (11/5/
Medan 15 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Peluang kerja sama strategis antara Pemko Medan dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, semakin te
Medan 16 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pertemuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sebagai sosial kontrol, media massa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di pusat maupun daerah. Unt
Medan 17 jam lalu
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, Enam Orang Diamankan dan Sejumlah Barang Bukti Narkoba.
Medan 17 jam lalu