Ketegangan mencapai puncaknya saat Quartararo menegaskan kemunduran performa ini murni disebabkan oleh kendala teknis, bukan kemampuan balapnya. Dengan raihan hasil yang merosot drastis dalam satu tahun, ia menuntut perubahan nyata dari tim asal Jepang tersebut.
Baca Juga:
"Secara pribadi, saya tidak bodoh; saya tahu bagaimana cara balapan dan seberapa banyak kerugian yang kami alami. Hal itu terlihat jelas. Setahun yang lalu, saya berada di podium. Hari ini, saya tertinggal tiga puluh detik," imbuh Quartararo.
Baca Juga:
Kondisi internal Yamaha kian rumit karena performa pembalap M1 lainnya pun tak kalah mengkhawatirkan. Alex Rins hanya mampu finis di posisi ke-16, sementara Jack Miller terpuruk di urutan ke-18 akibat kendala teknis. Nama-nama seperti Toprak Razgatlioglu dan Augusto Fernandez bahkan mengisi posisi buncit.
Direktur Yamaha, Massimo Meregalli, mengonfirmasi adanya modifikasi kecil pada mesin saat tes di Jerez, namun desain dasarnya tetap sama dengan yang digunakan saat ini. Dengan tidak adanya rombakan mesin secara masif dalam waktu dekat, masa depan kompetitif Quartararo bersama Yamaha kini berada di titik nadir.
(wan/okezone)
Tags
beritaTerkait
komentar