"Melalui kerja sama ini, kita membuka pintu masuk yang lebih lebar bagi para petani jagung di Tapanuli Utara untuk mendapatkan permodalan yang sehat. Kami sengaja menggandeng pemuda atau petani milenial karena mereka melek teknologi agribisnis, yang memberikan nilai tambah luar biasa pada hasil pertanian," ungkap Yovvi.
Baca Juga:
Di hadapan ratusan petani milenial, OJK juga memberikan edukasi penting mengenai pengelolaan keuangan yang sehat. Yovvi mengingatkan para petani agar menjaga amanah modal usaha dengan baik dan menjauhi praktik ilegal seperti judi online, serta tetap waspada terhadap tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.
Baca Juga:
Melalui keberhasilan peluncuran skema "Sejagat" ini, Pemkab Tapanuli Utara optimis dapat meningkatkan produktivitas daerah secara signifikan serta menaikkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian. Ke depan, Pemkab Taput bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk menduplikasi kesuksesan ekosistem off-taker ini ke komoditas unggulan daerah lainnya, seperti kopi dan tomat, demi kesejahteraan menyeluruh masyarakat Tapanuli Utara.
(Hcs)
Tags
beritaTerkait
komentar