Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas: Medan Simbol Keberagaman Indonesia
Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas Medan Simbol Keberagaman Indonesia.
Medan 25 menit lalu
ASAHAN - Diduga kecewa karena tidak diijinkan untuk bertemu terduga pelaku pembakaran Pasar TPO Tanjung Balai, Sumatera Utara, rumah kediaman pelaku diamuk massa, Selasa (1/4/2025) siang.
Info diperoleh, awalnya puluhan massa mendatangi Polres Tanjung Balai. Namun karena tidak mendapat ijin, massa akhirnya beranjak menuju kediaman pelaku di Jalan H Adlin Kelurahan Gading Kecamatan Datuk bandar Kota Tanjung Balai.
Sampai di lokasi, sekira pukul 11.00 WIB, massa melampiaskan kekesalan dengan merusak sejumlah perabot rumah milik terduga pelaku.
Baca Juga:
"Sebelum ke rumah pelaku, massa sempat ke Polres Tanjungbalai untuk minta dipertemukan dengan pelaku.
Namun karena tidak diperbolehkan, massa kecewa dan melampiaskan ke rumah pelaku," jawab seorang sumber kepada wartawan.
Kapolres Tanjung Balai AKBP Yon Edi Winara SH SIK MH memilih bungkam dan tidak menjawab konfirmasi yang dikirimkan terkait kebenaran info tersebut.
Baca Juga:
Untuk diketahui, pagi dinihari, sekira pukul 03.47 WIB, Senin (31/03/25) semalam, ratusan kios penjual monza (pakaian bekas impor) di Pasar TPO Kota Tanjung Balai terbakar.
Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api usai menurunkan 11 unit mobil pemadam kebakaran.
"Sebanyak 11 unit mobil kami turunkan. Delapan unit dari kita dan dibantu tiga unit milik Asahan," ucap Kasatpol PP Kodya Tanjung Balai Pahala Zulfikar.
Saat petugas pemadam kebakaran dan warga memadamkan api, terduga pelaku pembakaran, pasangan suami istri, salah satunya berinisial MS (50), mantan Kepala Lingkungan berhasil diamankan warga.
Saat itu, mengendarai sepeda motor, kedua pelaku terlihat coba melarikan diri menuju Jalan Sudirman KM 6 namun berhasil diberhentikan warga yang mengejar dengan cara menabrak mereka.
Kesal, warga yang mengejar langsung menghujani pelaku MS dengan pukulan ke arah wajah hingga berlumuran darah.
"Sebelumnya, kira-kira jam 7 malam, ada yang liat si MS nyiramkan sesuatu di sekitaran kios. Pas ditanya dia bilang nyiram tanah kuburan untuk mengusir dila api (istilah orang batak yang artinya lidah api). Makanya gitu kebakaran kami teringat trus nyari dia. (Kerugian) miliaran juga lah bang," ungkap warga. (gon)
Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas Medan Simbol Keberagaman Indonesia.
Medan 25 menit lalu
POSMETRO MEDAN,LANGKAT Kasus perambahan ratusan hektar Taman Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut (TM KG LTL), di Kecamatan Tanjung
Medan 33 menit lalu
POSMETROMEDAN, Lubuk Pakam Persoalan yang masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang adalah penataan jaring
Sumut 34 menit lalu
Thomas Frank dipecat Tottenham Hotspur dari jabatan manajer tim. Juru taktik asal Denmark itu didepak setelah hasilhasil buruk Spurs.
Sport 44 menit lalu
Gajah Sumatera bernama Ratna yang berada di lembaga konservasi R Zoo & Park Kabupaten Serdang Begadai (Sergai), dilaporkan mati.
Sumut 55 menit lalu
PT Pelni Cabang Medan Prediksi 31 Ribu Penumpang Idul Fitri Tahun 2026.
Medan satu jam lalu
Viral, Driver Taksi Online Tegur Tegas Penumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila
Viral 3 jam lalu
Cuaca Kota Medan Banyak Diguyur Hujan Ringan, Cek Ramalan Kamis 12 Februari 2026.
Medan 3 jam lalu
Wali Kota Medan Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri di Medan Labuhan
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 15 jam lalu