"Kecamatan Adian Koting merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, hingga gempa bumi tektonik. Melalui KSB ini, kita membangun kemandirian masyarakat agar senantiasa siap siaga, tangguh, dan mampu menjadi garda terdepan dalam meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda," tegasnya.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Rafles Sergius Gultom, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembentukan KSB Saoloan telah melalui serangkaian tahapan pembekalan dan pelatihan sejak 26 hingga 29 Juni 2026.
Baca Juga:
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Sosialisasi Kebencanaan yang diikuti 70 peserta dari berbagai unsur masyarakat, Pelatihan Teknis bagi 60 pengurus KSB yang mendapatkan pembekalan terkait mitigasi, evakuasi, dan manajemen logistik, serta Simulasi Uji SOP Kedaruratan yang melibatkan 275 peserta gabungan dengan antusiasme tinggi.
KSB Saoloan yang baru dikukuhkan akan menjadi pusat kesiapsiagaan dan perlindungan bagi tujuh desa rawan bencana di Kecamatan Adian Koting, yakni Desa Pagaran Lambung I, Pagaran Lambung II, Pagaran Lambung III, Pagaran Lambung IV, Desa Sibingke, Desa Pagaran Pisang, dan Desa Adian Koting.
Adapun kepengurusan inti KSB Saoloan dipimpin oleh Aldi M. Simatupang sebagai Ketua, Nur Alifik sebagai Sekretaris, dan Elsa M. Pandiangan sebagai Bendahara. Mereka didukung berbagai koordinator bidang yang bertugas menangani evakuasi, logistik, dapur umum, hingga penanganan kedaruratan di lapangan.
Keberhasilan program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA). Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan, telah dibangun Lumbung Sosial di Desa Sibalanga yang difungsikan sebagai pusat penyimpanan logistik darurat.
Lumbung Sosial tersebut telah dilengkapi dengan berbagai kebutuhan penting, mulai dari persediaan sembako, perlengkapan dapur umum lapangan, hingga berbagai peralatan penunjang penanganan bencana yang siap digunakan kapan saja saat kondisi darurat terjadi.
Atas dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang terus mendukung upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Melalui pembentukan KSB Saoloan, Pemkab Tapanuli Utara berharap lahirnya budaya gotong royong, kesadaran mitigasi, serta kesiapsiagaan yang kuat di tengah masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi kecamatan lainnya di Tapanuli Utara dalam membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi segala kemungkinan bencana.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Tapanuli Utara terus bergerak mewujudkan daerah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan. ( PS)
Tags
beritaTerkait
komentar