Selasa, 29 September 2026
6 Bulan Dilaporkan, Mariani Cyccu Tobing Belum Dijadikan Tersangka

Ditreskrimum Polda Sumut Abaikan Perintah Kapolri

Administrator - Selasa, 30 Juni 2026 21:32 WIB
Ditreskrimum Polda Sumut Abaikan Perintah Kapolri
IST
Gedung Ditreskrimum Polda Sumut.

POSMETRO MEDAN, Medan- Ditreskrim Polda Sumut mengabaikan perintah Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, yang meminta Kapolda Sumut Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H segera menyelesaikan pengaduan mantan wartawan Harian Kompas, Maruli U. Tobing, mengenai kasus tanah di Kecamatan Simanindo, Samosir.

Dalam hubungan telepon dengan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo . tanggal 9 Maret lalu, Kapolri meminta Kapolda Sumut agar segera menyelesaikan pengaduan tersebut secara presisi dan adil.

Pengaduan tersebut dibuat di Poldasu awal Januari 2026. Namun hingga hari ini, atau berjalan 6 bulan, Ditreskrimum Poldasu belum menetapkan M. Cyccu Tobing sebagai tersangka.

Baca Juga:

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo juga menelepon Maruli Tobing, 9 Maret lalu, menyampaikan keprihatinannya atas masalah yang dihadapi.

Termasuk penolakan Polres Samosir ketika membuat pengaduan, hingga akhirnya ke Polda Sumut. Kapolri mengatakan telah menghubungi Kapolda Sumut, meminta agar pengaduan pelapor segera diproses secepatnya.

Baca Juga:

"Padahal masalahnya sangat sederhana," kata Daulat Sihombing SH, pengacara Maruli Tobing di Pematangsiantar.

"Klien saya adalah salah satu ahli waris orang tuanya. Sertifikat sebidang tanahwarisan seluas 4.000 m2 di tepi Danau Toba di Dusun Martoba, Kecamatan Simanindo, Samosir, beralih dari nama ibunya, Mangisi Simorangkir, menjadi Doktor M. Cyccu Tobing. Pengalihan nama tersebut tanpa diketahui klien kami sebagai ahli waris," katanya.

"Bukti sertifikat lama dan baru sudah ada. Klien kami tidak tahu dan tidak tanda tangan penyerahan hak waris atas tanah tersebut. Apakah ini bukan perbuatan melawan hukum? Klien kami jelas kehilangan hak warisnya atas tanah tersebut. Tapi mengapa sampai 6 bulan Cyccu Tobing belum ditetapkan sebagai tersangka?" tanyanya.

Tanah seluas 4.000 m2 itu ditawarkan Cyccu Tobing seharga Rp 1.500.000/m2, atau total Rp 6 miliar.

Daulat Sihombing SH menduga ada permainan uang di balik lambatnya penetapan tersangka.

"Menimbulkan kesan sengaja diperlambat untuk menciptakan kondisi menolak pengaduan pelapor. Jika itu terjadi, kami tidak akan ragu mengadu kembali kepada Kapolri," ujar Daulat Sihombing SH.

"Dalam masyarakat Batak, hak waris melekat dalam diri ahli waris. Bersifat sakral dan tidak bisa dicabut, kecuali atas persetujuan ahli waris. Warisan ini merupakan simbol kecintaan orang tua dan kehormatan bagi ahli waris. Karena itu harus dirawat dan dijaga. Konflik warisan di Tanah Batak kerap berakhir dalam pembunuhan," katanya. (RED)

Tags
beritaTerkait
Duh... Pria Ini Punya Ganja Kering Diperoleh dari Hasil Panen di Ladang
Melihat dari Dekat Sosok Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Terlama Sejak Era Reformasi
Kapolda Sumut Apresiasi Aksi Damai di DPRD: Aspirasi Tersampaikan, Situasi Tetap Kondusif
Kompolnas Apresiasi Keterbukaan Audit Investigasi Kasus Winda Lorenza, Libatkan Pihak Eksternal
Mengenal Lebih Dekat Sosok Kapolres Simalungun, AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M
Respons Cepat Polda Sumut, 96 Kasus Curas-Curat Terungkap dalam Tiga Hari di Sumut
komentar
beritaTerbaru