Kamis, 02 Juli 2026

Hari Kedua Geofest 2026 Diwarnai Aksi Konservasi, Dorong Toba Caldera Menuju Green Zone

Evi Tanjung - Kamis, 02 Juli 2026 19:43 WIB
Hari Kedua Geofest 2026 Diwarnai Aksi Konservasi, Dorong Toba Caldera Menuju Green Zone
Win
Akonservasi lingkungan sebagai upaya menjaga keberlanjutan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, oleh para delegasi

POSMETRO MEDAN, Parapat - Hari kedua The 7th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026, Kamis (2/7/2026), diwarnai berbagai aksi konservasi lingkungan sebagai upaya menjaga keberlanjutan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, pasca kembali meraih status Green Card dari UNESCO.

Baca Juga:

Kegiatan diawali di Open Stage Pagoda Parapat dengan penampilan Sanggar Dolok Sipiak. Sanggar tersebut membawakan Tari Tandok dan tari massal Warisan Leluhur sebagai sambutan bagi delegasi geopark dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Baca Juga:

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark juga menyerahkan bantuan pupuk secara simbolis kepada tokoh konservasi lokal. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi konservasi berupa penanaman pohon secara simbolis oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, Presiden Asia Pacific Geoparks Network, Prof. Jin Xiaochi, Ketua Dewan Pakar Komite Geopark, Dedi Irpan Bahri, Ketua Asosiasi Geopark Indonesia, Prof. Mega Fatimah Rosana, Direktur Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, serta Konsul Kehormatan Republik Korea untuk Sumatera Utara Parlindungan Purba.

Gerakan tersebut menjadi awal penanaman 2.000 bibit pohon di kawasan Danau Toba. Setelah itu dilakukan pelepasan burung merpati dan pelepasan 20.000 benih ikan nila ke perairan Danau Toba. Hal ini dilakukan sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Plt Kepala Disbudparekraf Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan penanaman pohon, pelepasan burung, dan pelepasan benih ikan merupakan bagian dari upaya pelestarian kawasan Danau Toba.

"Penanaman pohon untuk pelestarian Danau Toba. Pelepasan burung dan 20.000 benih ikan nila juga menjadi bagian dari upaya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati di kawasan Danau Toba," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan Green Card bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, pengakuan tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata menuju green zone, yakni penerapan prinsip-prinsip konservasi dalam pengelolaan kawasan.

"Green Card bukan tujuan akhir. Ini adalah awal bagaimana kita menjaga pelestarian dan keberlanjutan geopark itu sendiri," kata Azizul.

Ia menjelaskan, konsep green zone diwujudkan melalui berbagai langkah konservasi, seperti penghijauan, menjaga keanekaragaman hayati, mencegah kerusakan kawasan, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian Danau Toba.

Usai kegiatan di Parapat, seluruh peserta menyeberang menggunakan kapal feri menuju Huta Siallagan, Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, yang merupakan salah satu geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejarah Batu Persidangan Raja Siallagan, sistem peradilan adat pada masa lampau, patung Sigale-gale, serta lokasi pelaksanaan hukuman bagi pelanggar hukum adat. Peserta juga diajak menari bersama tarian Batak dan mengunjungi stan UMKM serta cendera mata khas Danau Toba.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Labersa Hotel⁰ Samosir dengan agenda Indonesian Geoparks Network (JGI) Coordination Meeting. Kegiatan ini diikuti para pengelola geopark dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada malam harinya, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan budaya di Waterfront City Pangururan sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua Geofest 2026. (win)

Tags
beritaTerkait
Polri Hadir untuk Masyarakat, Polsek Medan Kota Sigap Tolong Kakek yang Pingsan di Jalan
Rame...Orang Kepercayaan  Bupati Langkat Diduga Kena OTT KPK Di Binjai
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
Indonesia Miliki 12 UNESCO Global Geopark, Terbanyak Ketiga di Dunia
Astaga! Pria Mabuk Tewas Terbakar Saat Coba Bakar Istri
Tambang Emas Tanpa Izin di Madina Ditindak Tegas
komentar
beritaTerbaru