Jumat, 03 Juli 2026

Bupati Langkat Syah Afandin Dibawa Lewat Basement Gedung Merah Putih KPK

Faliruddin Lubis - Jumat, 03 Juli 2026 21:32 WIB
Bupati Langkat Syah Afandin Dibawa Lewat Basement Gedung Merah Putih KPK
SindoNews
Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) siang.

POSMETRO MEDAN,Jakarta - Bupati LangkatSyah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) siang.

Kedatangannya ini usai menjadi salah satu pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Pantauan di lokasi, Syah Afandin tiba di kantor Lembaga Antirasuah dengan menggunakan mobil minibus hitam sekira pukul 14.22 WIB.

Baca Juga:

Namun, dalam kesempatan tersebut, ia tidak diturunkan dari kendaraan yang mengangkutnya. Mobil yang membawanya itu langsung menuju basement Gedung Merah PutihKPK.

"Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya.

Baca Juga:

"Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.

Diketahui, operasi senyap ini terkait dugaan suap proyek beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.

"Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Kabupaten Langkat," kata Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Sejalan dengan itu, Budi mengatakan pihaknya tengah menelusuri terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Bupati. Dalam OTT ini, KPK menangkap tujuh orang.

Meski belum mengungkapkan identitasnya, mereka yang terjaring selain Bupati Langkat ialah, satu ASN dan lima pihak swasta..

"Adapun kepada 7 orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan," ujarnya.

"Pada siang ini, satu orang di antaranya, yaitu Bupati Langkat, dibawa ke Jakarta untuk nanti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.

Selain menangkap tujuh orang, tim Lembaga Antirasuah juga mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga sebagai fee proyek yang akan diberikan pihak swasta ke bupati.

OTT ini berkaitan dengan kasus suap proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.

Dalam OTT ini, KPK menemukan uang suap yang diduga untuk Bupati Syah dari pihak swasta. KPK masih mendalami dugaan uang suap atau gratifikasi lainnya yang diterima Bupati Syah Afandin.

"Diduga uang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan fee proyek yang ada di Dinas Pendidikan ataupun di Dinas Perkim," ucap Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

"Dan tentunya nanti juga akan didalami, ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," tambahnya.

Total ada tujuh orang yang diamankan KPK dalam perkara ini. Saat ini, Syah sudah berada di Jakarta, tepatnya di Gedung KPK, untuk diperiksa secara intens.(SindoNews)

Tags
beritaTerkait
Ini Penampakan Bupati Langkat Syah Afandin Saat Diboyong KPK, Kenakan Batik Pink-Biru dan Masker
PD 14 Sumut Nilai DPP PAN Terlalu Cepat Nonaktifkan Bang Ondim, Minta Hormati Asas Praduga tak Bersalah
Bupati Langkat, Syah Afandin Di-OTT KPK, Nih Daftar Kekayaannya
KPK Sita Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat
KPK Amankan 7 Orang di OTT Bupati Langkat
Terjaring OTT, Ruang Kerja Bupati Langkat Syah Afandin Disegel KPK
komentar
beritaTerbaru