Sabtu, 05 September 2026

Diduga Kapus Tanjung Haloban Tunjuk Dua Bendahara Muluskan Aksi Punglinya

Evi Tanjung - Senin, 20 Juli 2026 22:15 WIB
Diduga Kapus Tanjung Haloban Tunjuk Dua Bendahara Muluskan Aksi Punglinya
ist
Kepala Puskesmas Tanjung Haloban, Susyani Purba

Posmetro Medan, Labuhanbatu-Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang staf bersama rekannya, melakukan protes terhadap atasan akibat banyaknya pungutan-pungutan yang dinilai tidak jelas tujuannya (pungli), hingga membuat heboh dunia kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, yang terjadi di Puskesmas Desa k">Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

‎Dalam video yang berdurasi singkat, tampak staf bidan tersebut terlihat geram serta hilang kesabaran hingga meluapkan kekecewaannya kepada atasan.

‎"Ini Kepala Puskesmas k">Tanjung Haloban yang sok hebat itu," cetus bidan sambil mencoba menghadang mobil yang di dalamnya terdapat seorang wanita yang merupakan Kepala Puskesmas (kapus/" target="_blank">Kapus).

Baca Juga:

‎Dalam video, bidan tersebut mengeluhkan adanya sejumlah pengutipan yang tidak jelas peruntukannya yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas

‎"Semua pungutan-pungutan tidak jelas, potongan-potongan tak jelas," lontarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, ‎Kepala Puskesmas k">Tanjung Haloban, Susyani Purba saat dikonfirmasi Jumat (17/7/2026) dan Minggu (19/7/2026) hingga saat ini belum bersedia memberikan tanggapan.

Terpisah, ‎salah seorang bidan yang berhasil dikonfirmasi membenarkan adanya kutipan setiap bulannya yang dilakukan oleh kapus/" target="_blank">Kapus.

‎Adapun modus dugaan pungli yang dilakukan kapus/" target="_blank">Kapus adalah dengan melakukan pengutipan secara manual kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas k">Tanjung Haloban, melalui dua orang bendahara yang ditunjuk.

Menurut bidan yang tidak ingin namanya ditulis itu, untuk dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kapus/" target="_blank">Kapus melakukan pemotongan 16 % per stafnya. "Kalau JKN ini nominalnya bervariasi pak, tergantung pendapatan kita per bulannya," katanya

‎"Yang paling parah pak, dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) kita dikenakan potongan 45 % per kegiatan. Dengan menugaskan Buk Vivi, (panggilan akrab Devita Siregar, bendahara BOK) untuk melakukan pengutipan kepada kita semua yang bertugas di Puskesmas k">Tanjung Haloban," bebernya.

Tags
beritaTerkait
Kadis Perhubungan Medan Irsan Idris Nasution Klarifikasi Terkait Pengelolaan Parkir dan Dugaan Temuan BPK
Wabup Deli Serdang Hadiri Penanaman Jati Merah, Dukung Gerakan Pemulihan Lingkungan
Polres Batu Bara Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Narkotika, 8 Gram Sabu Diamankan
Babinsa Sambangi Peternak Sapi, Pastikan Kebersihan Kandang Jadi Perhatian
Polres Karo Ungkap Dugaan Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Desa Situnggaling
Lapas Lubuk Pakam Perkuat Koordinasi Teguhkan Integritas
komentar
beritaTerbaru