Aktivitas Kegempaan Gunung Sinabung, BPBD Karo Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Patuhi Rekomendasi
Aktivitas Kegempaan Gunung Sinabung Menurun, BPBD Karo Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Patuhi Rekomendasi.
Sumut 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera memanggil dan memeriksa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut.
Permintaan ini disampaikan oleh Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, yang menilai bahwa korupsi di level kepala dinas hampir mustahil dilakukan secara individual.
"Korupsi setingkat kepala dinas tidak bisa dilakukan secara individual. Korupsi itu bersifat integratif, biasanya melibatkan jaringan kekuasaan tertentu atau kelompok politik, termasuk tim sukses atau penyumbang kampanye," ujar Azmi dalam keterangannya, Selasa (1/7).
Baca Juga:
Menurutnya, sebagai gubernur, Bobby Nasution memiliki posisi strategis yang langsung bersinggungan dengan birokrasi kepala dinas. Dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dalam pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap bawahannya, sudah sewajarnya bila KPK turut memeriksa Bobby untuk menggali sejauh mana pengetahuannya terkait proyek yang kini menjadi sorotan.
"Gubernur tentu memiliki informasi maupun kontrol terhadap proyek-proyek yang ditangani dinas di bawahnya, termasuk PUPR. KPK harus mendalami apakah ada relasi kuasa, perintah yang bertentangan dengan hukum, atau pihak-pihak yang diuntungkan atas instruksi dari Gubernur," tegas Azmi.
Baca Juga:
Ia menambahkan, penyidikan perlu diperluas untuk mengetahui apakah ada penyimpangan kekuasaan atau konflik kepentingan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu yang berada dalam lingkaran politik penguasa daerah.
"Pemeriksaan terhadap Gubernur Sumut akan menjadi bagian penting dalam mengungkap peta besar korupsi pengadaan jalan di Sumut ini. KPK harus menelusuri keterangan saksi dan alat bukti dengan cermat agar titik terang kerugian negara dapat ditemukan," ujarnya.
Azmi menilai, penanganan kasus ini harus dilakukan secara serius dan transparan. Hal itu menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah Sumatera Utara, sekaligus menjadi ujian profesionalisme dan independensi KPK dalam memberantas korupsi di tingkat daerah.(rel/Kif)
Aktivitas Kegempaan Gunung Sinabung Menurun, BPBD Karo Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Patuhi Rekomendasi.
Sumut 31 menit lalu
Polres Langkat Paparkan 4 Perkara Menonjol, Salah Satunya Judi Tembak Ikan
Sumut 36 menit lalu
Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri CFD Rangkaian Peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 46 menit lalu
POSMETRO MEDAN Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Hanura, Eko Afrianta Sitepu, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan
Politik 59 menit lalu
Viral! Maling AC di Sir Salon Diciduk Tekab Polsek Medan Kota.
Kriminal 59 menit lalu
Ninja Hijau Raib dari Parkiran, Tiga Pria Diciduk Polsek Batang Kuis.
Peristiwa satu jam lalu
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari.
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDANSejumlah akademisi, tokoh Melayu, budayawan, pemerhati adat dan sejarah berkumpul dalam Diskusi Pagi Pantai Timur Periode ke
Politik satu jam lalu
Wapres Tinjau Proses rehabilitasi Jembatan Lumut di Aceh. Upaya mendoroong penguatan konektivitas.
Inter-Nasional satu jam lalu
Wali Kota Sibolga Dorong Potensi Skateboarder Muda, Upayakan Penyediaan Sarana Latihan.
Sport 2 jam lalu