POSMETRO MEDAN- Petani di Dairi, terkhusus yang bermukim di desa mengeluh akibat kerusakan jalan atas pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi maupun yang bermukim di sepanjang jalan provinsi.
Pun beberapa petani di Desa Pardomuan, di antaranya Benget Simbolon (45 tahun), mengatakan kerusakan badan di desa tersebut sudah berlangsung 3 tahun namun belum mendapat perbaikan meskipun kerusakan sudah sangat parah.
Simbolon,dalam sebuah postingan anonim Facebook @sidikalang dairi yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Selasa 21 Juli 2026, menambahkan, badan rusak sekitar 7 KM tepatnya di kawasan dusun Gunung Merah.
Baca Juga:
padahal jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyatakat Desa Pardomuan, Lae Itam, Laemarkelang dan Desa Laeluhung.
Akses jalan itu satu satunya menghubungkan Pasar Sidikalang.
Baca Juga:
Hasil pertanian, sering terkendala tidak ada yang mengangkut maupun untuk kendatangkan kebutuhan sehari hari karena sopir truk tidak mau datang sebelum badan jalan kering.
Sekadar diketahui kondisi ini, hampir semua badan jalan antar kecamatan hingga desa mengalami rusak berat dan rusak ringan, sehingga menimbulkan keluhan terkhusus petani.
Kepala SMP Negeri 3 Kecamatan Pegagan Hilir, Jasler Simarmata, belum lama ini menyebut jalan tersebut jalan provinsi menghubungkan jalan nasional di Kecamatan Sumbul.
"Kondisi jalan sudah sangat parah. Saya setiap mau ke sekolah harus melalui jalan yang rusak ini.Para petani juga mengeluh dan bersungut sungut saat melalui jalan Provinsi ini," sebutnya.
Sekretaris Dinas PUTR Dairi Agus Kacaribu kepada pers Senin (20/7), mengatakan ruas jalan Kabupaten Dairi, sepanjang 1608 KM. Yang mengalami rusak berat 671 KM, rusak sedang 576 KM dan rusak ringan 95 KM.
Tags
beritaTerkait
komentar