Kamis, 30 Juli 2026

Diduga Limbah Pencemar, Komnas PPLH Sumut Prihatin Fenomena Busa Putih di Sungai Percut

Faliruddin Lubis - Kamis, 30 Juli 2026 16:32 WIB
Diduga Limbah Pencemar, Komnas PPLH Sumut Prihatin Fenomena Busa Putih di Sungai Percut
IST/LensaMedan
Sungai Percut Deli Serdang Tercemar Gumpalan Busa Putih Misterius, Meluap hingga ke Sawah Warga.

POSMETRO MEDAN,Medan— Komnas PPLH Wilayah Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan mendalam atas munculnya gumpalan busa putih tebal di Sungai Percut, Kabupaten Deli Serdang.

Fenomena ini telah menjadi perhatian publik sejak akhir Juni 2026, di mana busa mirip salju memenuhi aliran sungai hingga meluber ke area persawahan warga.

Dalam pernyataan sikap resminya yang diterima wartawan, Kamis (30/7/2026), Komnas PPLH Wilayah Sumatera Utara menyebut kemunculan busa tersebut sebagai indikasi masuknya bahan pencemar ke badan sungai.

Baca Juga:

Busa pada sungai biasanya disebabkan oleh surfaktan atau deterjen, limbah domestik, limbah industri, bahan organik dengan beban COD dan BOD tinggi, serta senyawa kimia lainnya yang dibuang tanpa pengolahan memadai.

Baca Juga:

"Fenomena ini memicu kekhawatiran karena sungai bukanlah tempat pembuangan limbah, melainkan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat," tegas pernyataan tersebut.

Fenomena busa tebal yang muncul sejak dini hari sekitar 30 Juni 2026 telah mengganggu warga di tiga desa di Kecamatan Percut Sei Tuan. Busa tidak hanya mencemari sungai hingga ke muara, tetapi juga menggenangi saluran irigasi pertanian.

Warga dan nelayan setempat resah karena potensi dampak terhadap biota air dan kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air sungai.

Komnas PPLH menekankan bahwa kerusakan kualitas air sungai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Sumatera Utara.

Organisasi lingkungan ini mendesak seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret:

Melakukan investigasi dan penelusuran sumber pencemar (pollution source tracking) dari hulu hingga hilir Sungai Percut, termasuk pemeriksaan saluran pembuangan domestik, aktivitas usaha, dan industri yang berpotensi membuang limbah.

Pengujian kualitas air secara komprehensif, meliputi parameter surfaktan (MBAS), COD, BOD, DO, TSS, fosfat, minyak dan lemak, pH, serta parameter lain sesuai karakteristik pencemar.

Memastikan kepatuhan pengelolaan lingkungan bagi seluruh kegiatan usaha dan industri di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Percut, termasuk pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai baku mutu.

Mendorong keterbukaan informasi lingkungan kepada masyarakat, karena sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Komnas PPLH menegaskan bahwa penyebab pasti busa putih tetap harus ditentukan melalui uji laboratorium dan investigasi lapangan, bukan hanya berdasarkan tampilan visual semata.

Di akhir pernyataannya yang dikeluarkan di Medan pada Juli 2026, Komnas PPLH Wilayah Sumatera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi lingkungan untuk bahu-membahu menjaga Sungai Percut.

"Selamatkan Sungai Hari Ini, Selamatkan Kehidupan Generasi Mendatang," demikian slogan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan adanya gumpalan busa berwarna putih di permukaan air sungai di kawasan Deli Serdang. Terlihat air sungai tersebut mengalir ke muara sungaiPercut yang berada di kawasan Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).

Buih busa tebal tersebut tampak mengapung memenuhi permukaan air dan mengalir deras menuju muara sungaiPercut yang membelah kawasan Jalan M. Yusuf Jintan, Pematang Lalang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Fenomena ini mulai terlihat sejak Selasa (30/6/2026) dini hari.

Nahasnya, zat polutan yang menyerupai salju tersebut tidak hanya mencemari ekosistem jalur sungai, melainkan juga meluap dan masuk ke areal persawahan produktif milik warga di tiga desa sekaligus, yakni Desa Pematang Lalang, Desa Percut, dan Desa Cinta Rakyat.

Seorang nelayan lokal, Zainal Abidin (64), membenarkan adanya aliran gumpalan busa berwarna putih dalam volume yang cukup besar di permukaan sungaiPercut tersebut. Menurut dugaannya, buih busa itu berasal dari buangan limbah industri.

"Iya benar ada buih kemarin. Bergerak sampai ke muara sana, lama-lama air pasang itu, lalu habis. Habis karena ditiup angin juga. Ya kata orang, cerita-cerita orang itu dari limbah. Tapi kita enggak tahu dari mana pabriknya," ucap Zainal Abidin, saat diwawancarai wartawan, Rabu (1/7/2026).

Kemunculan limbah busa misterius dalam jumlah masif ini tak pelak membuat masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai menjadi dirundung rasa was-was dan khawatir akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Kendati demikian, Zainal memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga atau petani yang terserang penyakit akibat kontak langsung dengan sisa-sisa gumpalan busa tersebut.

"Penyakit kulit enggak ada. Karena airnya kan bertukar (pasang surut). Sebentar lagi naik airnya dan kembali jernih," beber pria yang sudah berprofesi sebagai nelayan selama kurang lebih 40 tahun ini.

Meski pencemaran lingkungan ini telah berimbas pada sektor pertanian dan perikanan di tiga desa (Pematang Lalang, Percut, dan Cinta Rakyat), warga mengaku belum ada menerima tindakan ataupun sosialisasi dari instansi terkait.

Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, dilaporkan belum turun ke lapangan untuk melakukan uji sampel air maupun menyelidiki aktor utama atau pabrik yang membuang limbah tanpa diolah tersebut ke aliran sungai.(REL/TRB)

Tags
beritaTerkait
Mahasiswa Pecinta Alam Medan Tangkap Puluhan Ikan Sapu Kaca di Sungai Deli
Pemko Medan Soal Rumah Kardus di Bantaran Sungai Deli, Penghuninya Ternyata Miliki Rumah di Medan Marelan
Sudahlah Miskin Kompresor Untuk Cari Makan pun Digasak Maling
Disuruh Beli Sabu Ditangkap, Yang Menyuruh pun Ikut Ditangkap juga...
Pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo Dimulai Tahun Ini, Bobby Nasution Ajak Warga Kawal Bersama
Pemkab Deli Serdang Perkuat Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik di Percut Sei Tuan
komentar
beritaTerbaru