Karena itulah, Fadly mengatakan keberadaan majelis qosidah dan marhaban memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra Pemerintah dalam memperkuat pembangunan karakter masyarakat. Majelis ini dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda, pelestarian seni budaya islami melayu, penguatan ukhuwah, sekaligus media dakwah yang sejuk dan menyejukkan.
"Kami berharap kegiatan-kegiatan majelis tidak berhenti pada perlombaan atau seremonial semata, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan yang menyentuh keluarga, sekolah, masjid, majelis taklim, dan ruang-ruang publik.
Baca Juga:
dengan demikian, nilai-nilai religius dan budaya melayu dapat terus hidup sebagai energi moral dalam pembangunan Kota Tanjungbalai," harapnya
"Marilah kita wariskan kepada generasi mendatang sebuah Tanjungbalai yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam iman, kuat dalam budaya, unggul dalam pendidikan, santun dalam perilaku, serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Baca Juga:
Pengukuhan dan pelantikan dilaksanakan Wakil Wali Kota Tanjungbalai yang turut disaksikan para undangan yang hadir. Terpilih sebagai Ketua MAQOM Edi Usman Manurung, Sekretaris Hasnan Siregar dan. Bendahara Syahri Romadon Sitorus, Bendahara Hasnan Siregar serta undangan lainnya Tampilkan lebih sedikit.(REL)
Tags
beritaTerkait
komentar